
WABUP Tala HM Zazuli memasangkan helm kepada perwakilan atlet paralayang pada pembukaan lomba cabor kedirgantaraan ini di kawasan Pegunungan Batilai, Jumat (7/11) sore.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Langit sore di Desa Batilai, Kecamatan Takisung, mendadak semarak. Layar warna-warni para atlet paralayang membentang di udara, Jumat (7/11/2025) sore.
Pemandangan ini menandai mulai berdetaknya cabang olahraga paralayang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pembukaan lomba berlangsung di halaman RM Pegunungan Batilai dan secara resmi dilakukan oleh Wakil Bupati Tanah Laut (Tala) HM Zazuli (H Uli).
Turut hadir sejumlah pejabat dan tamu undangan, di antaranya Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari, perwakilan Lanud Syamsudin Noor, Kodim 1009/Tanah Laut, Polres Tala, serta sponsor utama Plt Direktur PD Baratala H Ihsanudin, Direktur Politala Dr Meldayanoor, dan Ketua Kontingen Tala HM Rahmat Hidayat.

Dari panitia, Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Tala, Isworo, menjelaskan bahwa lomba paralayang kali ini diikuti enam daerah di Kalsel.
Tuan rumah Tala menurunkan lima atlet, termasuk satu perempuan, yakni Imam, Yudi, Tulus Gunardi, Nor Amelia Sari, dan Sandi Riski.
Sementara itu, Kotabaru mengirim atlet terbanyak dengan 9 orang, disusul Banjarbaru (5 atlet), Banjarmasin (4 atlet), Hulu Sungai Selatan (4 atlet), dan Kabupaten Banjar (1 atlet). Adapun tujuh daerah lainnya belum ikut serta karena belum memiliki atlet paralayang.
“Cabor ini memang membutuhkan kemampuan khusus dan pelatihan panjang, sehingga belum banyak daerah yang siap,” terang Isworo.
Ia menambahkan, terdapat sepuluh nomor yang dipertandingkan, mulai dari ketepatan mendarat, race to goal, hingga durasi terbang — baik kategori putra, putri, maupun beregu campuran.
Tala menargetkan dua medali emas dari seluruh nomor yang diikuti. Pertandingan dijadwalkan berlangsung 8–13 November, dimulai pukul 07.00 hingga 16.30 Wita setiap harinya. Lokasi take off berada di ketinggian 100 meter di atas permukaan laut, dengan jarak landing sekitar 800 meter.

Ajang Perdana dan Promosi Wisata
Isworo menegaskan, Porprov kali ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya lomba paralayang digelar di Tanah Laut.
“Tala menjadi pelopor pelaksanaan cabor paralayang di Kalsel. Kami berharap event ini terus berlanjut dan melahirkan atlet profesional dari Banua,” ujarnya optimistis.
Dalam sambutannya, Wabup Tala HM Zazuli mengapresiasi terselenggaranya lomba yang tak hanya menguji nyali dan keterampilan atlet, tetapi juga menonjolkan pesona alam Batilai.
“Lomba ini bukan sekadar adu keandalan terbang, tapi juga menjadi ajang promosi wisata Tanah Laut. Alam kita indah, dan olahraga ini memperlihatkannya dari langit,” kata H Uli.
Ia pun memberi semangat kepada seluruh peserta.
“Terbanglah setinggi-tingginya dengan sportivitas tinggi. Jadikan lomba ini wadah persaudaraan antardaerah,” pesannya.
Wabup juga secara khusus mengapresiasi keikutsertaan atlet perempuan dalam cabor yang dikenal ekstrem ini. Menurutnya, kehadiran Nor Amelia Sari menjadi inspirasi bagi perempuan lain untuk ikut menembus langit prestasi.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan pengenalan jalur terbang oleh para atlet. Aksi mereka mengundang decak kagum warga sekitar.
Meski lokasi cukup jauh dari permukiman, puluhan warga—terutama ibu-ibu dan anak-anak—antusias menyaksikan momen pendaratan para atlet di area landing.
Langit Batilai pun sore itu bukan sekadar arena lomba, melainkan panggung kebanggaan baru bagi Tanah Laut — daerah yang kini bukan hanya menjejak di bumi, tapi juga mengibarkan semangat olahraga hingga ke angkasa.
(inspirasitala.co.id/inspira)

2 thoughts on “Langit Batilai Jadi Saksi Porprov XII Kalsel, Paralayang Perdana di Tala Resmi Terbang Tinggi”