
BERPOSE – Ratusan personel dari berbagai elemen berpose bersama Bupati H Rahmat Trianto, Wabup HM Zazuli, Muspida dan lainnya seusai Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Lapangan Pertasi, Pelaihari, Rabu (3/6) pagi.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak selalu diawali kobaran api besar. Sering kali bencana muncul dari hal-hal kecil yang luput dari perhatian.
Karena itu, Bupati Tanah Laut (Tala) H Rahmat Trianto mengajak masyarakat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan saat musim kemarau mulai datang.
Pesan tersebut menggema saat Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari, Rabu (3/6/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tala HM Zazuli, pimpinan BPBD Kalimantan Selatan, Forkopimda Tala, Sekda Tala Ismail Fahmi, jajaran kepala SKPD Tala, Kepala Pelaksana BPBD Tala Aspi Setia Rahman, Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan VI/Tala Sufie Bhaskara, dan ara camat.
Di hadapan ratusan peserta apel dari berbagai unsur, H Rahmat menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi karhutla sangat ditentukan oleh kepedulian masyarakat di lapangan.
“Yang paling penting adalah pencegahan. Kalau ada tanda-tanda kebakaran atau potensi yang bisa memicu kebakaran, segera laporkan. Jangan menunggu sampai membesar,” katanya.
Apel kesiapsiagaan itu dipimpin langsung oleh H Rahmat didampingi Dandim 1009/Tanah Laut Letkol Inf Adhy Irawan dan Wakapolres Tala.
Seusai apel, Bupati didampingi Dandim dan Wakapolres melakukan pemeriksaan pasukan dan armada penanggulangan karhutla dari berbagai instansi dan perusahaan.

Bukan Hanya Tugas Petugas
H Rahmat mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, wilayah Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada BPBD, TNI, Polri maupun relawan.
Masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dari ancaman kebakaran.
Ia meminta warga menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, termasuk membuka lahan dengan cara membakar serta membuang puntung rokok sembarangan di area kering dan kawasan hutan.
“Kalau semua masyarakat ikut menjaga lingkungan masing-masing, potensi kebakaran bisa ditekan sejak awal,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kekuatan Utama
Dalam arahannya, H Rahmat juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan masyarakat.
Menurutnya, Tanah Laut memiliki wilayah hutan dan lahan yang luas sehingga membutuhkan keterlibatan semua unsur untuk melakukan pengawasan dan deteksi dini.
Ia mengapresiasi keterlibatan Kodim 1009/Tanah Laut, Polres Tala, Manggala Agni, pemerintah desa, relawan hingga perusahaan-perusahaan yang selama ini aktif membantu penanganan kebakaran.
“Kita harus bergerak bersama. Informasi sekecil apa pun harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” katanya.
H Rahmat juga mengingatkan agar tidak ada lagi sekat-sekat kepentingan ketika menghadapi karhutla.
“Jangan ada ego sektoral. Kebakaran tidak mengenal batas wilayah atau kepemilikan lahan. Kalau terjadi, dampaknya akan dirasakan bersama,” tegasnya.
Kesiapan yang ditunjukkan pemerintah daerah mendapat respons positif dari masyarakat yang selama ini merasakan dampak kebakaran lahan saat musim kemarau.
Rahmadi, warga Kecamatan Bati-Bati, berharap upaya pencegahan tahun ini berjalan lebih maksimal sehingga kabut asap tidak kembali menyelimuti wilayahnya.
“Yang paling kami khawatirkan sebenarnya asap. Kalau lahan kosong terbakar, dampaknya bisa sampai ke permukiman. Aktivitas terganggu dan kesehatan warga juga terdampak,” katanya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
