
BUPATI Tala H Rahmat Trianto didampingi Wabup H Zazuli memimpin High Level Meeting TPID di tuang kerja bupati, Kamis (4/6).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kenaikan inflasi tahunan Kabupaten Tanah Laut (Tala) yang mencapai 5,03 persen menjadi alarm bagi pemerintah daerah.
Tak ingin lonjakan harga terus menggerus daya beli masyarakat, Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto menyiapkan langkah cepat dengan merevisi aturan agar intervensi pasar bisa dilakukan lebih dini sebelum harga kebutuhan pokok semakin melonjak.
Langkah tersebut ditegaskan Rahmat saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Kerja Bupati, Kamis (4/6/2026).
Menurut H Rahmat, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan pemantauan harga.
Seluruh instansi terkait harus bergerak cepat menyiapkan langkah konkret agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari.
“Inflasi harus kita kendalikan bersama. Jangan sampai kenaikan harga berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Semua perangkat daerah harus responsif dan menyiapkan langkah nyata,” tegas H Rahmat.
BTT Akan Dipakai Lebih Fleksibel
Sebagai bentuk komitmen pengendalian inflasi, Pemkab Tala berencana merevisi Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2026.
Revisi tersebut dilakukan agar Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat digunakan lebih optimal untuk pelaksanaan intervensi pasar ketika terjadi gejolak harga komoditas strategis.
Dengan perubahan aturan itu, pemerintah daerah diharapkan memiliki ruang gerak yang lebih cepat dalam menyetabilkan harga sebelum inflasi meningkat lebih tinggi.
“Kita ingin langkah antisipatif bisa dilakukan lebih awal, bukan setelah harga terlanjur tinggi. Karena itu regulasi perlu disesuaikan agar intervensi pasar lebih efektif,” ujar H Rahmat.
Inflasi Jadi Perhatian Serius
High Level Meeting TPID digelar sebagai tindak lanjut atas rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi year-on-year Kabupaten Tanah Laut pada Mei 2026 terhadap Mei 2025 sebesar 5,03 persen.
Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Tala, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala BPS Tala, Inspektur Kabupaten, Kepala Bapperida, Kepala Distanhorbun, Kepala DKPP, Kepala Diskumdag.
Lalu, Kepala Diskominfo, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Pemerintahan, serta Kepala Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan SDA.
Dalam pertemuan itu, seluruh pemangku kepentingan sepakat memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Pemantauan harga komoditas strategis akan diperketat, sekaligus menyiapkan langkah intervensi cepat apabila terjadi gejolak di lapangan.

Warga Berharap Harga Tetap Terjangkau
Warga Pelaihari, Zubaidah, menyambut baik langkah pemerintah daerah yang mulai memperkuat pengendalian inflasi.
Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan pokok dalam beberapa waktu terakhir masih sering berfluktuasi sehingga cukup memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
“Harapannya sih harga sembako benar-benar bisa dijaga tetap stabil. Kalau stok banyak dan pasokan lancar, mudah-mudahan harganya juga lebih murah sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani,” katanya, Sabtu (6/6/2026).
Harapan serupa disampaikan Rizali, warga Kecamatan Tambang Ulang. Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pengendalian harga, tetapi juga memastikan ketersediaan barang di pasar.
“Yang penting jangan sampai terjadi kelangkaan. Syukur-syukur stok melimpah sehingga harga bisa turun dan masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat
Melalui penguatan TPID, Pemkab Tala berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga sepanjang tahun.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang sehat dan berkelanjutan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
