
CERIA – Atlet Kempo Tala ceria mendapat pengalungan medali dari Bupati H Rahmat Trianto, Kamis (6/11).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Dentuman suara peluit terakhir di Aula Paraduta Kodim 1009/Tanah Laut, Kamis (6/11/2025), disambut sorak yang membahana. Teriakan bangga para kenshi dan pelatih mengiringi.
Air mata, pelukan, dan senyum kemenangan berpadu jadi satu — Tala resmi mengunci gelar juara umum cabang Shorinji Kempo Porprov XII Kalimantan Selatan 2025.
Empat hari sudah para petarung Banua itu saling beradu teknik, tenaga, dan mental di atas tatami. Tubuh-tubuh tegap yang sejak pagi dibasahi keringat, kini berganti dengan wajah haru penuh lega.
Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto, yang hadir menutup langsung pertandingan, ikut terbawa suasana. Dengan langkah mantap, ia berdiri di hadapan para atlet, menatap satu per satu wajah muda penuh semangat itu.
“Selamat kepada para juara. Kalian semua adalah petarung hebat! Jangan cepat puas. Jadikan kemenangan ini pijakan menuju prestasi nasional,” serunya lantang, disambut tepuk tangan panjang para kenshi dan ofisial.

Bupati Rahmat bukan sekadar memberi sambutan seremonial. Kalimat-kalimatnya lahir dari ketulusan dan rasa bangga.
Ia tahu benar perjuangan panjang para atlet, dari latihan yang keras di dojo sederhana, hingga perjuangan di arena Porprov yang penuh tekanan.
“Apapun hasilnya hari ini, itu yang terbaik dari Allah SWT. Yang belum meraih medali, jangan berhenti. Fisik dan mental yang kuat adalah kunci. Karena sehebat apapun teknikmu, tanpa kondisi prima semuanya akan sia-sia,” pesannya menembus hati para kenshi.
Dari awal pertandingan hingga penutupan, laga Shorinji Kempo Porprov di Tanah Laut berlangsung penuh sportivitas. Tak ada kericuhan, tak ada protes keras.

Semua berjalan tertib, membuktikan bahwa bela diri bukan sekadar tentang pukulan dan tendangan, tapi juga tentang jiwa dan kehormatan.
Di sisi arena, pelatih kontingen Tala tak kuasa menahan senyum. Catatan akhir menunjukkan dominasi nyata: tujuh medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Banjarmasin menyusul di posisi kedua dengan enam emas, sementara Tapin di tempat ketiga.
Begitu upacara penutupan usai, sebagian atlet langsung sujud syukur. Sebagian lain memeluk rekan satu tim sambil menitikkan air mata.
Kemenangan ini bukan hanya soal medali, tapi tentang kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan.
“Ini hasil dari latihan tanpa kenal lelah. Kami bangga bisa mempersembahkan ini untuk Tanah Laut,” ujar salah satu kenshi muda sambil memegang medali emasnya, matanya masih berbinar.
Di luar aula, langit Pelaihari sore itu berwarna keemasan — seolah ikut merayakan keberhasilan anak-anak Tanah Laut. Dan di antara semilir angin kemenangan itu, satu semangat bergema di setiap hati warga:
Tala bukan hanya juara di arena, tapi juga juara dalam semangat dan sportivitas.
(inspirasitala.co.id/inspira)

1 thought on “Tala Juara Umum Kempo: Saat Semangat Petarung Banua Meledak di Paraduta”