
GO GREEN – Bupati H Rahmat Trianto bersama Wabup HM Zazuli dan Sekda Ismail Fahmi memperlihatkan bibit pohon pengganti ucapan selamat Hari Jadi ke-60 Tala, Senin (1/12).
INSPIRASITALA.CO.ID PELAIHARI – Menyambut Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut (Tala) ke-60, Bupati H Rahmat Trianto menyerukan gerakan simbolis sekaligus nyata: mengganti tradisi ucapan selamat berupa karangan bunga dengan pemberian tanaman hidup.
Ajakan ini disampaikan Bupati usai memimpin upacara peringatan KORPRI ke-54 di Pelaihari, Senin kemarin. Bagi Bupati, momen hari jadi bukan sekadar seremonial — melainkan peluang untuk mendorong kesadaran ekologis dan aksi nyata bagi lingkungan.
> “Silakan memberikan ucapan selamat, tetapi alangkah baiknya jika berupa bunga hidup atau tanaman,” ujarnya. “Ini bukan sekadar simbol, tapi ajakan untuk menjaga lingkungan dan memulai gerakan menanam,” tegasnya.
🌱 Kenapa Tanaman Hidup Penting — Data & Realitas Lingkungan di Kalimantan Selatan
Data dihimpun, Rabu (3/12/2025), WALHI Kalimantan Selatan melaporkan bahwa periode 2023–2024 terjadi deforestasi seluas sekitar 146.956,8 hektare di provinsi ini — angka yang menunjukkan tekanan besar terhadap tutupan hutan.
Secara historis, dari tahun 2000–2009, laju deforestasi kumulatif di kawasan hutan di Kalimantan Selatan mencapai ratusan ribu hektare.
Kerusakan hutan dan tutupan vegetasi memperparah risiko bencana: dalam analisis risiko bencana provinsi, kawasan di Tanah Laut termasuk dalam zona “tinggi” untuk potensi bencana tanah longsor.
Selain longsor, ada juga risiko kerusakan lingkungan akibat abrasi dan gelombang ekstrim di pesisir — sesuatu yang bisa diperparah jika tutupan vegetasi tidak terjaga, karena pohon dan akar membantu menahan tanah dari erosi dan abrasi.
Dengan situasi seperti ini, menanam kembali pohon dan menjaga vegetasi menjadi langkah krusial — bukan hanya untuk simbol, tetapi untuk mitigasi risiko lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati, dan memperkuat ketahanan alam jangka panjang.
–
📅 Bukti & Upaya — Gerakan Tanam Pohon di Kalimantan Selatan
Pada tahun 2025, pemerintah setempat melalui Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan menginisiasi gerakan penanaman pohon serentak di wilayah provinsi.
Inisiatif ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor — sekaligus memenuhi kewajiban rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa imbauan menanam pohon saat hari jadi Tala bukanlah wacana kosong — melainkan bagian dari rangkaian upaya proteksi lingkungan dan restorasi ekosistem di tingkat lokal dan provinsi.
✅ Momentum Hari Jadi ke-60: Peluang bagi “Gerakan Hijau”
Dengan data deforestasi besar, ancaman longsor dan abrasi, serta upaya penanaman yang sudah berjalan, momen ulang tahun Kabupaten Tanah Laut yang ke-60 ini punya makna lebih dalam: yakni kesempatan untuk membangun tradisi baru — tradisi yang mengedepankan keberlanjutan, kelestarian lingkungan, dan kepedulian generasi mendatang.
Ajakan Bupati H Rahmat Trianto untuk mengganti karangan bunga dengan tanaman hidup bisa menjadi lompatan kecil yang berdampak besar.
Satu pohon saat ini, bisa berarti aksi kolektif yang memperkuat ekosistem, mengurangi risiko bencana, dan meninggalkan warisan bagi generasi Tanah Laut ke depan.
(inspirasitala.co.id/inspira)

1 thought on “Hari Jadi ke-60 Tanah Laut: Bupati Ajak Ucapkan Selamat dengan Menanam — Momentum Penting bagi Lingkungan”