
TANAM SERENTAK – Asisten Ekobang Tala Masturi mewakili Bupati melakukan tanam serentak padi di Takisung, Kamis (26/2).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kabupaten Tanah Laut (Tala) kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan nasional.
Melalui program cetak sawah rakyat, Tala ambil bagian dalam penanaman serentak di lima wilayah Indonesia dengan total luasan 300 hektare.
Di Kalimantan Selatan, Tala menjadi daerah perwakilan dengan luas tanam 35 hektare, dipusatkan di lokasi CSR Brigade Pangan Berkat Padi Bersemi, Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kamis (26/2/2026).
Bupati Tanah Laut melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Masturi, menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar simbolis.
“Kegiatan tanam padi ini bukan hanya seremoni, tetapi wujud nyata sinergi pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjawab tantangan pangan global,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan sektor pertanian merupakan fondasi utama ketahanan pangan nasional.
Karena itu, lahan yang telah dicetak harus benar-benar produktif dan memberi dampak ekonomi langsung bagi petani.
Bagian dari Strategi Nasional
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI Dr Idha Widi Arsanti, menjelaskan Tanah Laut menjadi salah satu dari lima wilayah prioritas program ini.
Selain Tala (35 hektare), penanaman serentak juga dilakukan di Kalimantan Tengah (11 hektare), Sumatera Selatan (13 hektare), Papua Selatan (230 hektare), dan Nusa Tenggara Timur (11 hektare).
Menurutnya, cetak sawah rakyat adalah langkah strategis nasional yang akan terus diperluas di daerah potensial guna memperkuat produksi beras nasional secara berkelanjutan.
Tren Produksi Padi Tala Terjaga
Peran Tala dalam program ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, kabupaten ini konsisten menjadi salah satu lumbung padi di Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data pertanian daerah, produksi padi Tala dalam lima tahun terakhir relatif stabil di kisaran 130–150 ribu ton gabah kering giling (GKG) per tahun.
Produktivitas rata-rata juga menunjukkan tren positif, berada di kisaran 4,5 hingga 5,2 ton per hektare, bergantung pada musim tanam dan kondisi iklim.
Pada periode sebelum pandemi, produksi sempat menembus lebih dari 145 ribu ton GKG dengan produktivitas mendekati 5 ton per hektare. Meski sempat terdampak anomali cuaca dan distribusi pupuk, capaian produksi tetap mampu menjaga surplus beras daerah.
Kecamatan Takisung sendiri dikenal sebagai salah satu kantong produksi padi pesisir yang terus dikembangkan melalui optimalisasi lahan dan dukungan teknologi pertanian.
Optimisme Swasembada Berkelanjutan
Dengan tambahan lahan baru melalui program cetak sawah rakyat, pemerintah daerah optimistis produktivitas dapat terus ditingkatkan.
Sinergi pusat dan daerah diharapkan tidak hanya memperluas areal tanam, tetapi juga memperkuat pendampingan penyuluhan, akses sarana produksi, serta kepastian pasar bagi petani.
Jika produktivitas rata-rata mampu dijaga di atas 5 ton per hektare, maka tambahan 35 hektare lahan baru di Takisung berpotensi menyumbang ratusan ton gabah setiap musim panen.
Bagi petani Tala, tanam serentak kali ini menjadi simbol bahwa swasembada pangan bukan sekadar wacana nasional, tetapi kerja nyata yang dimulai dari hamparan sawah mereka sendiri.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
