
PELAKU UMKM Tala menyimak paparan pemateri pada Edukasi dan Business Matching di Aula Rakat Manuntung, Pelaihari, Senin (15/6).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Bagi banyak pelaku UMKM, memiliki produk yang baik saja belum cukup.
Tidak sedikit usaha kecil di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, ang masih terkendala permodalan dan kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas.
Kondisi itulah yang coba dijawab Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui kegiatan Edukasi dan Business Matching yang digelar Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Senin (15/6/2026).
Puluhan pelaku UMKM berkumpul di Aula Rakat Manuntung, Pelaihari, untuk mendapatkan informasi mengenai akses pembiayaan sekaligus bertemu dengan berbagai pihak yang berpotensi menjadi mitra usaha.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tala, Masturi, mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut.
Masturi mengatakan penguatan UMKM tidak bisa hanya berfokus pada akses modal. Menurutnya, akses pasar juga menjadi faktor penting agar usaha dapat berkembang dan berkelanjutan.
Karena itu, melalui kegiatan business matching, pemerintah daerah berupaya mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga jasa keuangan serta berbagai peluang kemitraan yang tersedia
Termasuk kebutuhan komoditas untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
“Selain memperluas akses keuangan, pelaku UMKM juga memerlukan akses pasar. Melalui kegiatan ini kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai peluang pasar yang ada,” kata Masturi.
Ribuan UMKM Sudah Nikmati KUR
Pemkab Tala mencatat pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di daerah tersebut terus menunjukkan perkembangan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) hingga 31 Mei 2026, sebanyak 3.637 pelaku usaha telah memperoleh pembiayaan KUR dengan total nilai akad kredit mencapai Rp220,1 miliar.
Meski demikian, angka tersebut dinilai belum mencerminkan seluruh kebutuhan UMKM.
Masih ada pelaku usaha yang belum tersentuh layanan perbankan karena berbagai kendala, mulai dari administrasi hingga keterbatasan informasi mengenai produk pembiayaan.
Melalui forum ini, pemerintah berharap semakin banyak UMKM yang mampu mengakses sumber permodalan formal dan memperluas jaringan bisnisnya.

UMKM Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Masturi menegaskan UMKM memiliki posisi strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.
Selain menyerap tenaga kerja, sektor ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menjaga perputaran ekonomi lokal.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem UMKM yang kuat dan berdaya saing.
“Semakin banyak UMKM yang naik kelas dan berkembang, maka semakin besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanah Laut,” ujarnya.
Warga Berharap Pendampingan Berlanjut
Salah seorang pelaku UMKM di Pelaihari, Rusli, berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada satu pertemuan.
Menurutnya, banyak pelaku usaha kecil yang membutuhkan pendampingan agar dapat memenuhi persyaratan perbankan dan menjalin kerja sama dengan pembeli dalam jumlah besar.
“Yang dibutuhkan UMKM bukan hanya informasi, tetapi juga pendampingan sampai benar-benar bisa mendapatkan modal dan pasar. Kalau itu terwujud, usaha kami akan lebih mudah berkembang,” katanya bapak dua anak ini.
Harapan serupa disampaikan Sari. Ia menilai peluang kemitraan yang dibuka pemerintah daerah dapat menjadi jalan bagi produk-produk lokal untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
“Mudahan produk UMKM Tanah Laut semakin dikenal dan mampu masuk ke berbagai program maupun jaringan pemasaran yang lebih besar,” ujarnya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
