
PERINGATAN Hari Ibu Ke-57 di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Senin (1/12). Bupati H Rahmat Trianto menyampaikan pesan khusus bagi kaum ibu.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Hari Ibu menggema kuat di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Pemerintah daerah setempat di bawah kepemimpinan H Rahmat Trianto memiliki atensi tinggi terhadap penguatan kiprah seorang ibu.
Pemaknaan momentum istimewa itu pun bergulir di Kota Pelaihari. Data media ini, Rabu (3/12/2025), setidaknya pada Senin kemarin dihelat acara luar biasa di Balairung Tuntung Pandang.
Karena itu pula orang nomor satu di daerah ini, H Rahmat Trianto, hadir. Pandangan dan wejangan khusus sekaligus disampaikan kepada kaum hawa yang menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Ibu Ke-57 tersebut.
H Rahmat menegaskan bahwa tonggak utama kemajuan bangsa berawal dari ruang paling kecil: keluarga.

Di dalamnya, kata dia, ibu memegang peran sebagai pendidik pertama sekaligus pembentuk karakter generasi masa depan.
I menyebut peringatan Hari Ibu bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali jejak panjang perjuangan perempuan dalam sejarah Indonesia.
Diirinya menekankan bahwa kualitas bangsa hanya bisa dibangun apabila para ibu diberi ruang, dukungan, serta penghargaan yang layak dalam menjalankan fungsinya di rumah.

“Ibu adalah pendidikan dasar di rumah kita. Saya bisa berdiri di sini karena ibu saya mendidik dan membesarkan saya. Rasulullah pun menyebut ‘Ibumu’ sebanyak tiga kali, itu isyarat betapa besarnya peran mereka,” ucap H Rahmat.
Bupati kemudian membagikan filosofi pribadinya tentang “Tiga Ibu” yang membentuk perjalanan hidupnya: ibu yang melahirkan dan membesarkannya, istri yang melahirkan anak-anaknya, serta putrinya yang kelak akan melahirkan cucu-cucunya.

Melalui itu, ia mengajak perempuan Tala untuk melihat peran mereka bukan sekadar tugas domestik, tetapi investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi unggul yang akan menyongsong visi Indonesia Emas.
Bupati juga memberi penghormatan khusus kepada narasumber nasional yang hadir.
Ia menyebut Dr Hj Dewi Motik Pramono bukan hanya tokoh perempuan Indonesia, tetapi sekaligus mentor dan sosok ibu baginya dalam banyak hal.
“Beliau luar biasa. Pendiri IWAPI, tokoh KOWANI, dan di usia hampir 77 tahun masih terus berkarya. Saya juga bangga menghadirkan Ibu Joy Tobing, istri senior saya,” ujarnya.

Puncak Hari Ibu tahun ini diperkaya dengan seminar bertema “Menjadi Wanita Mandiri Tanpa Kehilangan Jati Diri” yang menghadirkan dua pembicara nasional: Dewi Motik dan artis Joy Tobing.
Kehadiran keduanya menambah bobot peringatan, memberikan perspektif bahwa kemandirian perempuan dan ketangguhan keluarga berjalan seiring, saling menguatkan.

2 thoughts on “Bupati H Rahmat: Perubahan Besar Dimulai dari Ibu, Rumah Jadi Sekolah Pertama Bagi Anak”