
SUASANA Pertemuan Rutin Organisasi Wanita se-Kabupaten Tala, Selasa (2/12). Hj Dian mendorong penguatan kapasitas perempuan di daerah ini.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diyakini menjadi kekuatan nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Keyakinan itu ditegaskan Ketua Tim Penggerak PKK Tala, Hj Dian Rahmat Trianto, di hadapan ratusan anggota organisasi wanita pada Pertemuan Rutin Organisasi Wanita se-Kabupaten Tala, Selasa (2/12/2025).
“Dari tangan-tangan perempuan akan lahir pengusaha baru yang berdaya dan berkontribusi besar bagi daerah,” tegas Hj Dian.
Menurutnya, perempuan bukan hanya pelaku usaha yang menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi merupakan pilar ekonomi daerah yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dorongan Kapasitas dan Pendampingan
Dian menilai sosok tokoh nasional hadir — Dr Hj Dewi Motik Pramono MSi — sebagai figur penting dalam melahirkan gelombang perempuan pengusaha yang mandiri dan sukses.
Ia menyebut mereka sebagai pejuang ekonomi yang bekerja keras dari nol hingga menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di Indonesia.
Pertemuan tersebut menjadi ruang aspirasi bagi pelaku UMKM perempuan untuk menyampaikan tantangan usaha, termasuk kebutuhan pendampingan, pelatihan, dan coaching guna memperkuat daya saing produk lokal.
“PKK Tala terus berkomitmen memperkuat pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas, penguatan ekonomi kreatif, hingga pendampingan pengembangan produk UMKM,” jelasnya.
Acara ini dikemas dalam bentuk talk show dan sesi tanya jawab interaktif antara pelaku UMKM perempuan dan narasumber, menghasilkan berbagai masukan strategis untuk pengembangan ekonomi berbasis perempuan di Tala.

📊 Data Pendukung: UMKM — Pilar Ekonomi Nasional
Di tingkat nasional, jumlah unit UMKM diperkirakan mencapai sekitar 65,5 juta usaha.
UMKM menyumbang sekitar 61 % dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Sektor UMKM pun menyerap hampir 97 % tenaga kerja nasional, sehingga menjadi penyokong utama lapangan kerja.
Dari total UMKM di Indonesia, sekitar 64,5 % dikelola oleh perempuan — menunjukkan dominasi perempuan dalam sektor usaha mikro.

Dengan data nasional ini, pernyataan bahwa pelaku UMKM perempuan bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan lokal — seperti di Tala — memiliki pijakan kuat.
Angka kontribusi UMKM terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan bahwa UMKM bukan sekadar usaha kecil: mereka adalah tulang punggung ekonomi. Hal ini mendukung argumen Dian tentang potensi besar UMKM perempuan.
Proporsi besar UMKM dikelola perempuan memperkuat relevansi pemberdayaan perempuan secara struktural — bukan hanya sebagai program sosial, tapi sebagai strategi ekonomi.
Data nasional memberikan konteks kepada pembaca: jika di tingkat nasional UMKM sangat penting, maka upaya lokal di Tala untuk mendukung perempuan UMKM adalah bagian dari strategi besar nasional dan relevan secara makro.
