
KOMPAK – Relawan kompak ceria berpose bersama H Endang Agustina dan jajaran penting, Sabtu (8/8), di Pelaihari.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Gedung 83 Dua Mas Matah, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), dipadati ribuan relawan H Endang Agustina, S.Sos., M.H., Sabtu (8/8/2026) siang.
Bukan hanya dari Kabupaten Tanah Laut, para relawan datang dari berbagai daerah yang masuk wilayah Kalimantan Selatan II, meliputi Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, Kota Banjarbaru hingga Kota Banjarmasin.
Ribuan relawan tersebut dikukuhkan dalam kegiatan Pengukuhan Relawan Kalimantan Selatan II.
Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi untuk menyatukan komunikasi, memperkuat solidaritas dan membangun koordinasi relawan lintas kabupaten/kota.
Prosesi pengukuhan diwarnai penyumpahan para relawan. Dengan mengikuti prosesi tersebut, para peserta menyatakan komitmennya untuk menjalankan peran dan tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada mereka.
Identitas Partai Amanat Nasional (PAN) juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran relawan dari lima wilayah Kalsel II membuat kegiatan berlangsung semarak dengan suasana kebersamaan dan antusiasme.
Acara engukuhan tidak hanya diisi agenda formal. Semangat kebersamaan para relawan juga diuji melalui lomba yel-yel Relawan Pak Endang Kabupaten Tanah Laut.

Kekompakan dan kreativitas masing-masing kelompok menjadi bagian dari kemeriahan acara. Panitia menyiapkan trofi bagi pemenang lomba, mulai juara I hingga juara III.
Besarnya jumlah relawan yang dikukuhkan mendapat atensi atau perhatian masyarakat di daerah ini.
Apalagi H Endang Agustina selama ini dikenal sebagai figur yang rendah hati, dermawan, dan gemar membaur bersama masyarakat tanpa membedakan status sosial.
Haji Endang begitu ia akrab disapa, tiap kali pulang ke Tala selalu menyapa warga. Seperti saat jogging, dalam perjalanan balik dan lewat warung, ia selalu singgah dan berbincang dengan warga.
Sekaligus ia memyerap aspirasi serta memberikan literasi terhadap persoalan kebangsaan. Tak lupa, Haji Endang selalu memtraktir semua orang yang ada di warung.
Warga berharap jaringan yang terbentuk tidak berhenti pada ukuran jumlah, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kalau melihat jumlahnya, tentu luar biasa. Harapan kami bukan hanya banyak ketika dikumpulkan, tetapi setelah ini juga tetap aktif dan dekat dengan masyarakat,” ujar Yamami, salah seorang warga Pelaihari.
Warga lainnya berharap jaringan relawan lintas daerah tersebut dapat menjadi ruang untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Mudah-mudahan relawan rajin turun ke masyarakat, mendengar keluhan warga dan ikut menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” harap Asmi, warga Angsau.
Konsolidasi ribuan relawan dari lima kabupaten/kota tersebut menjadi modal penting untuk membangun jaringan yang lebih terorganisasi di wilayah Kalsel II.
Kini, tantangan bagi para relawan bukan lagi sekadar menunjukkan besarnya jumlah kekuatan yang dimiliki.
Lebih dari itu, masyarakat menanti bagaimana jaringan tersebut diterjemahkan menjadi kerja nyata, komunikasi yang berkelanjutan dan keberpihakan terhadap aspirasi warga di masing-masing daerah.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
