
KEPALA DPRKPLH Tala Gt Dwi Erzandi Kasuma menyalami Istri Wamen LH didampingi Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat Trianto, Jumat (7/8) malam.
INSPIRASITALA, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut membuka ruang penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dalam upaya membangun tata kelola lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Hal itu mengemuka saat Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto menerima kunjungan Pendamping Menteri Lingkungan Hidup, Alia Jumhur Hidayat, dalam acara ramah tamah di Balairung Tuntung Pandang, Jumat malam (7/8/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun komunikasi strategis terkait isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di Kabupaten Tanah Laut.
Nuansa potensi lokal turut diperkuat melalui kehadiran stan Dekranasda Tanah Laut yang menampilkan sejumlah produk unggulan daerah.
Kain sasirangan serta aneka olahan pangan khas Tanah Laut menjadi bagian dari representasi kreativitas ekonomi masyarakat sekaligus identitas budaya daerah yang diperkenalkan kepada rombongan.
Dalam rangkaian kunjungan, rombongan juga dijadwalkan meninjau sejumlah destinasi wisata di Tanah Laut.

Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) guna melihat secara langsung kondisi serta praktik pengelolaan sampah yang berjalan di daerah.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, peninjauan lapangan tersebut menjadi penting karena pengelolaan sampah tidak semata berkaitan dengan persoalan kebersihan.
Namun juga merupakan bagian dari pembangunan lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga kualitas tata ruang perkotaan dan kawasan permukiman.
Bupati H Rahmat Trianto berharap kunjungan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi terbangunnya dukungan dan kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, terutama dalam memperkuat sistem pengelolaan persampahan.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek koordinasi, tetapi dapat bermuara pada penguatan kapasitas daerah, termasuk dukungan terhadap penyediaan sarana dan prasarana persampahan yang memadai.
Dengan demikian, pengelolaan sampah di Tanah Laut ke depan diharapkan bergerak dari pendekatan konvensional menuju tata kelola yang lebih terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
