
PELAT – Di ruangan kecil inilah Ari dan seorang rekannya tiap hari mencetak pelat kendaraan. Prosesnya sangat cepat, tak sampai semenit.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI –Dalam ruangan kecil berisi dua mesin pres dan satu meja panjang, seorang pria berbusana sederhana cekatan menyusun huruf dan angka di atas pelat aluminium, Rabu (19/11/2025) siang.
Tangannya bergerak cepat, namun matanya selalu berhenti satu hingga dua detik untuk memastikan detailnya. Di ruang inilah, identitas hukum setiap kendaraan bermotor di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), disahkan.
Namanya Ari Joko Susilo, petugas cetak pelat Samsat Pelaihari. Sejak pukul 08.30 Wita, ia sudah bersiap menunggu pelat yang dibawa pemilik kendaraan.
Empat hingga lima langkah saja yang memisahkan pintu ruangan hingga alat pres, tapi di tempat sempit itu, Ari dan seorang rekannya setiap hari mencetak puluhan identitas kendaraan Tanah Laut.
Kelihatannya cuma dorong pelat ke mesin. Padahal kalau satu huruf saja salah, pemilik harus mengurus ulang. Cepat memang prosesnya, tapi harus tepat.
Pekerjaan yang Tak Boleh Salah
Dalam waktu tak sampai semenit, pelat sudah terbentuk: dipres, ditarik, kemudian dipindahkan ke alat pewarnaan yang menempelkan tinta hitam pada huruf dan angka.
Ari hafal urutan ini tanpa perlu berpikir. Tetapi ia mengaku justru bagian paling krusial adalah sebelum pelat masuk mesin.
Memastikan nomor yang dicetak betul-betul sama dengan yang ada di STNK. Inilah hal paling krusial yang perlu kecermatan dan ketelitian tinggi.
Kesalahan satu huruf saja bisa membuang satu pelat dan menyita waktu pengguna jasa. Maka setiap pelat yang ia terima selalu dicek ulang, meski ketika tumpukan material pelat sedang banyak.

Bukan Hanya Pelat, Tapi Hak Pemilik Kendaraan
Bagi Ari, pelat bukan sekadar logam berwarna putih yang dicetak angka dan huruf hitam. Ia adalah bukti bahwa kendaraan seseorang sah secara hukum.
Karena itu ketelitian merupakan keniscayaan. Hal utama yang harus dipastikan tak ada kekeliruan. Ketika cepat, orang senang. Kalau tepat, orang tenang.
Senada diungkap Kanit Regident Polres Tala, Ipda Ferry Setiawan, yang menegaskan bahwa pelat adalah bagian dari data kepemilikan negara.
Ditegaskannya, angka dan huruf yang tertera pada pelat tersebut bukan sekadar nomor. Itu adalah identitas dan identitas harus benar.

Pengakuan dari Pengguna Layanan
Kecepatan kerja Ari bukan hanya terlihat oleh petugas, tetapi dirasakan langsung oleh pemilik kendaraan, Rusli dan Rahmadi.
Rusli, warga Pabahanan, mengaku telah tiga kali datang langsung mengantar pelat untuk dicetak.
“Selalu cepat. Petugasnya teliti banget. Saya sampai hafal wajahnya,” ucapnya sembari tertawa kecil.
Baginya, mengantar langsung pelat ke ruang pencetakan memberi rasa aman. Ia bisa melihat prosesnya dan memastikan tak ada keliru.
Di Ruang Kecil Itu, Tanggung Jawab Besar
Tidak ada kemegahan, tidak ada antrean panjang, dan tidak ada sorotan publik. Namun setiap hari Ari mengurus benda kecil yang melekat di jutaan kendaraan Indonesia: pelat nomor.
Di tangan-tangan sederhana itulah tertulis identitas, legalitas, dan rasa aman bagi banyak pemilik kendaraan.
“Yang penting orang pulang bawa pelat yang benar, dan bisa langsung pakai. Itu saja sudah cukup,” tutup Ari sambil memasukkan pelat lain ke mesin presnya.
(inspirasitala.co.id/inspira)

1 thought on “Ari dan Jemari Gesitnya di Balik Pelat Kendaraan: “Cepat Memang, Tapi Harus Tepat””