
DIALOG Kerukunan Antar Umat Beragama digelar MUI Tala di Pelaihari, Rabu (24/6).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kehadiran peserta dari berbagai agama dalam satu forum dialog mendapat apresiasi masyarakat Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan,
Kegiatan Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama yang digelar MUI Kabupaten Tanah Laut, Rabu (24/6/2026), dinilai menjadi ruang penting untuk memperkuat toleransi dan saling memahami di tengah keberagaman.
Kegiatan yang berlangsung di ballroom sebuah restoran di kawasan Jalan KH Mansyur, Pelaihari, itu menghadirkan tokoh agama dan peserta dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu, serta Buddha.
Salah seorang warga Pelaihari, Nuraini (43), mengaku senang melihat adanya forum yang mempertemukan masyarakat lintas agama dalam suasana penuh kekeluargaan.

“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat baik. Kita bisa saling mengenal, saling memahami, dan menghilangkan prasangka yang kadang muncul karena kurangnya komunikasi. Saya berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan,” ujarnya, Rabu.
Ia menilai kerukunan tidak cukup hanya dijaga melalui slogan, tetapi harus dibangun melalui dialog dan interaksi langsung antarumat beragama.
Hal senada disampaikan Daryono (51), warga Kecamatan Bajuin. Ia menilai materi yang disampaikan narasumber relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang menghadapi berbagai tantangan sosial.

“Anak-anak muda sekarang sangat membutuhkan contoh tentang akhlak, adab, dan toleransi. Saya berharap hasil dialog ini tidak berhenti di forum saja, tetapi bisa ditindaklanjuti dalam kegiatan nyata di masyarakat,” katanya.
Dialog tersebut mengangkat tema revitalisasi nilai ketaatan dan karakter beradab menuju masyarakat Kabupaten Tanah Laut yang tangguh.
Ketua Panitia, Drs H Riduansyah MIKom, mengatakan diskusi berlangsung sangat dinamis. Berbagai pertanyaan kritis muncul dari peserta, mulai dari isu LGBT hingga hubungan sosial antarumat beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kabupaten Tanah Laut.
Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Ketua Komisi Kesehatan MUI Provinsi Kalimantan Selatan dr IGB Dharma Putra MKM, Pembina Komunitas Literasi Umat Beragama (KLUB) Banjarmasin Drs H Ilham Masykuri Hamdie MAg, serta Ketua MUI Tanah Laut KH Ahmad Syarifuddin Noor.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.30 Wita itu diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh agama.
Dialog berlangsung sangat berkesan karena para peserta mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru dari para narasumber.
Beberapa peserta mengaku belum pernah memperoleh informasi dan wawasan sedalam yang disampaikan dalam forum tersebut.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang muncul selama sesi diskusi.
Riduanyah menuturkan ada peserta yang menanyakan mengenai isu maraknya LGBT di Kalimantan Selatan dan kebenaran informasi bahwa daerah ini berada di peringkat lima nasional.
Ada juga peserta dari kalangan Katolik yang bertanya apakah diperbolehkan mengundang umat Islam untuk berbuka puasa bersama di tempat mereka.
“Berbagai pertanyaan itu dijawab secara komprehensif oleh para pemateri sehingga menambah wawasan dan pemahaman peserta,” ujar Riduansyah.
Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama MUI Tala ini menambahkan, salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta disampaikan oleh dr IGB Dharma Putra MKM.
Menurutnya, perjalanan hidup Ketua Komisi Kesehatan MUI Kalimantan Selatan tersebut menjadi contoh nyata kerukunan antarumat beragama.
Dikatakannya, dr Dharma sebelumnya beragama Hindu, kemudian mendapatkan hidayah dan memeluk Islam.
Kini nantan dirut RSJ Sambang Lihum tersebut telah dua kali menunaikan ibadah haji dan dua kali umrah.
“Pengalaman hidup beliau menjadi bukti nyata bahwa kerukunan antarumat beragama dapat terjalin dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat,” sebut Riduansyah.
Pihaknya secara khusus juga menyampaikan apresiasi tinggi pada pemerintahan Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto yang telah memberikan dana hibah untuk MUI Tala.
Melalui dana hibah tersebut pihaknya dapat melaksanakan kegiatan secara lebih memadai untuk kemaslahatan umat.
Sinergi sangat diperlukan untuk bersama-sama mewujudkan Tala yang lebih maju dalam bingkai napas kehidupan yang berakhlak tinggi.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
