
PENGENDARA melintasi simpang Pasar Lawas Pelaihari, Rabu (24/6), yang saat ini mulai dikerjakan revitalisasi Tugu 0 Km setempat.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Dimulainya pekerjaan revitalisasi Tugu Nol Kilometer di Simpang Empat Pasar Lawas, Pelaihari, mulai berkelindan pada pola perjalanan masyarakat.
Sejumlah pengendara harus menyesuaikan rute menyusul adanya pembatasan akses lalu lintas di beberapa titik menuju lokasi proyek.
Pantauan pada, Rabu (24/6/2026) pagi, salah satu titik yang mengalami penyesuaian berada di Jalan Pancasila dari arah Pasar Pelaihari menuju Simpang Pasar Lawas.
Pada ruas jalan tersebut kendaraan roda empat tidak dapat melintas mulai di depan area kantor bank. Hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melewati jalur tersebut.
Sejumlah pengendara tampak memperlambat laju kendaraan saat mendekati area proyek untuk memperhatikan arah lalu lintas yang diberlakukan sementara.
Sebagian memilih memutar melalui ruas jalan lain agar perjalanan tetap lancar.
Meski menimbulkan penyesuaian sementara lalu lintas, masyarakat tak mempersoalkan. Pasalnya, proyek tersebut akan menghadirkan wajah baru pusat Kota Pelaihari.
“Memang sekarang sedikit berubah jalurnya, tapi saya rasa tidak masalah karena ini untuk pembangunan kota. Kalau nanti tugunya lebih bagus, tentu kawasan Pasar Lawas jadi lebih menarik,” ujar Muhammad Fikri, warga Kelurahan Pelaihari.
Pendapat serupa disampaikan Nur Anissa, warga Angsau. Menurutnya, keberadaan ikon baru di pusat kota akan memberikan kesan lebih baik bagi masyarakat maupun pendatang.
“Selama pengerjaannya tertib dan tidak terlalu mengganggu aktivitas warga, saya mendukung. Apalagi kawasan ini memang salah satu titik yang paling sering dilewati masyarakat,” katanya.
Revitalisasi Tugu Nol Kilometer merupakan program Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui DPRKPLH Tala.
Nantinya tugu akan mengusung identitas daerah melalui berbagai ornamen khas, termasuk bentuk Anggrek Bulan Pelaihari, Balanga, serta elemen kekayaan alam Tanah Laut.
Keberadaan tugu baru tersebut diharapkan menjadi landmark yang semakin memperkuat citra Kota Pelaihari sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Tanah Laut.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
