
SEMARAK – Kesemarakan pagelaran Wayang Kulit Banjar di RTP Pasar Lawas, Pelaihari, Jumat (12/12) malam
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Nuansa budaya kental menyelimuti RTP Pasar Lawas Pelaihari, Jumat (12/12/2025) malam, saat Pagelaran Wayang Kulit Banjar digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pada 2 Desember 2025 lalu, daerah agraris berjuluk Bumi Tuntung Pandang ini genap berusia 60 tahun. Beragam kegiatan spektakuler telah dihelat Pemkab Tala seperti tabligh akbar bersama KH Anwar Zahid, pesta rakyat (hiburan) bersama Denny Caknan dan Wali Band, Tala Expo, Pasar Rakyat, dan lain-lain.
Pegelaran Wayang Kulit Banjar tersebut dipersembahkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Disdikbud) Tanah Laut sebagai wujud komitmen pelestarian seni tradisi Banua.
Warga memadati lokasi pertunjukan untuk menyaksikan Dalang Upik tampil bersama pengrawit Sanggar Anak Pandawa dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Lakon Carita Gugurnya Tahta Karena Nafsu disajikan dengan alur dramatik dan sarat pesan moral. Menggambarkan nilai-nilai kepemimpinan, pengendalian diri, serta konsekuensi dari keserakahan.

Wayang Kulit Banjar merupakan salah satu kesenian tradisional khas masyarakat Banjar yang berkembang di Kalimantan Selatan.
Berbeda dengan wayang purwa dari Jawa, Wayang Banjar menggunakan bahasa Banjar dalam dialognya, diiringi gamelan Banjar dengan tempo dan irama khas.
Cerita yang dibawakan umumnya mengadaptasi epos Mahabharata dan Ramayana, namun dikemas dengan kearifan lokal Banua serta diselipi pesan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Pagelaran wayang Banjar sejak dahulu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media dakwah, pendidikan, dan penyampai kritik sosial.
Karena itu, kesenian ini kerap ditampilkan dalam hajatan besar masyarakat, acara keagamaan, hingga peringatan hari-hari penting daerah.
Pagelaran dibuka secara resmi melalui sambutan Bupati Tala H Rahmat Trianto yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Iwan Persada.
Dalam sambutan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada para seniman yang konsisten menjaga eksistensi kesenian tradisi di tengah arus modernisasi.
“Wayang Kulit Banjar bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan yang memuat pendidikan karakter serta nilai-nilai kehidupan yang disampaikan melalui bahasa seni yang mudah dipahami lintas generasi,” ujarnya.

Pemkab Tanah Laut menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pelestarian seni dan budaya daerah, termasuk Wayang Kulit Banjar, Madihin, Kuntau, Hadrah, serta berbagai kesenian tradisional lainnya.
Apresiasi juga diberikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di bawah kepemimpinan Myrza Fazrina (plt kadis) serta seluruh panitia yang telah berperan menyukseskan rangkaian kegiatan budaya dalam peringatan Hari Jadi ke-60 Tanah Laut.
Pagelaran Wayang Kulit Banjar berlangsung hangat dan meriah hingga larut malam. Antusiasme penonton tampak sepanjang pertunjukan, mengikuti alur cerita yang diiringi alunan gamelan Banjar.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang ekspresi bagi seniman lokal sekaligus media edukasi budaya bagi generasi muda di Tanah Laut.
(inspirasitala.co.id/inspira)
