
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Sungai Pulau Ubi di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), memang sejak lama dikenal sebagai habitat buaya.
Namun, insiden serangan terhadap manusia baru kali ini terjadi dan mengejutkan warga setempat.
Seorang remaja laki-laki bernama Surya (15) dilaporkan menjadi korban serangan buaya saat beraktivitas di sungai tersebut pada Jumat (12/12/2025) sore kemarin, sekitar pukul 15.00–16.00 Wita.
Korban merupakan warga RT 02 Dusun 01 Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan. Surya adalah anak dari Fadli (38), yang akrab disapa Jali, pendatang asal Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar.
Selama beberapa tahun terakhir, keluarga ini kerap bolak-balik dari Aluh-aluh ke Kaandangan Lama. Akhirnya dibantu pemerintah desa setempat untuk menetap serta tercatat sebagai warga Kandangan Lama.
Hingga malam tadi, Surya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit di Kota Pelaihari. Remaja bertubuh ramping itu mengalami luka di bagian betis kanan dengan sejumlah bekas gigitan buaya.
Kepala Desa Kandangan Lama, Ahmad Bahtiar, mengakui keberadaan buaya di Sungai Pulau Ubi bukanlah hal baru bagi masyarakat.
“Buaya memang sering terlihat di sungai Pulau Ubi. Banyak buayanya, tetapi selama ini tidak pernah ada kejadian menyerang manusia,” ujar Bahtiar, Sabtu (13/12/2025).
Ia menjelaskan, Sungai Pulau Ubi memiliki lebar sekitar 5–7 meter dengan kedalaman berkisar 3–4 meter. Aliran sungai tersebut bermuara ke wilayah permukiman Desa Batakan dan terhubung dengan sungai di kawasan Sanipah, Desa Kandangan Lama, yang dekat dengan wilayah pesisir.
Menurut Bahtiar, kabar serangan buaya terhadap Surya membuat pihak desa terkejut. Pasalnya, selama bertahun-tahun buaya di kawasan tersebut cenderung menghindari manusia.
Saat kejadian, korban diketahui sedang merempa atau mencari ikan menggunakan alat tradisional berupa rempa atau rengge di Sungai Pulau Ubi.

Lebih jauh, Bahtiar menuturkan bahwa ayah korban mulai sering datang ke Desa Kandanganlama sekitar lima tahun lalu dan kemudian, setahun terakhir, menetap di sebuah pondok sederhana di jalur menuju Pulau Ubi.
“Pondok itu milik orang lain, mereka hanya meminjam untuk ditempati. Lokasinya cukup jauh dari pusat permukiman Desa Kandanganlama,” jelasnya.
Selain Surya dan ayahnya, di pondok tersebut juga tinggal kakak korban, Sri (19) yang akrab disapa Bunga, bersama suaminya Alfi dan seorang anak.
Keluarga ini tergolong kurang mampu dan menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan, termasuk mencari ikan di sungai setempat.
Atas dasar itu, pemerintah desa membantu proses pemindahan administrasi kependudukan agar keluarga tersebut dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial bagi warga berpenghasilan rendah.
(inspirasitala.co.id/inspira)

1 thought on “Sungai Pulau Ubi Dikenal Habitat Buaya, Kades Kandangan Lama: Selama Ini Tak Pernah Serang Warga”