
PASAR MURAH – Pemprov Kalsel bersama Pemkab Tala kembali menggelar pasar murah di Lapangan Pertasi, Pelaihari, Kamis (23/4) pagi. Stan sembako langsung diserbu warga.
INSPIRASITALA.CO.ID PELAIHARI – Pasar murah yang digelar di Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, Kamis (23/4/2026) pagi, menjadi magnet bagi warga Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Selain ramai, kegiatan ini juga menghadirkan satu hal yang paling dicari masyarakat: harga yang jauh lebih rendah dari pasaran.
Selisih Harga Jadi Daya Tarik Utama
Perbedaan harga yang cukup signifikan membuat warga berbondong-bondong datang. Gula dijual Rp16 ribu per kilogram, minyak goreng Rp15 ribu per liter, sementara telur dan bahan pangan lainnya juga lebih murah dibanding harga pasar.
Linda, warga Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, mengaku rela datang dari jarak sekitar 3 kilometer demi mendapatkan harga tersebut.
“Total belanja saya Rp142 ribu. Kalau di pasar bisa hampir Rp200 ribu,” katanya.
Ia membeli minyak goreng, telur, dan gula dengan selisih harga yang cukup terasa. Menurutnya, penghematan seperti ini sangat berarti bagi kebutuhan rumah tangga.
Antusiasme Warga Sejak Pagi
Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi. Antrean terlihat tertib di berbagai stan, khususnya pada penjualan sembako. Stan Diskumdag Tala dan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel menjadi yang paling ramai diserbu pembeli.
Kehadiran UMKM, ritel modern, dan Dekranasda Tala turut menambah semarak kegiatan ini.
Harapan Agar Lebih Sering Digelar
Tidak hanya Linda, banyak ibu rumah tangga lainnya mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini. Mereka berharap kegiatan serupa bisa lebih sering dilaksanakan.
“Kalau bisa sering diadakan, karena sangat membantu kami,” ujar salah seorang warga.

Upaya Jaga Stabilitas Harga
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Tala, Masturi, yang membuka pasar murah itu mewakili Bupati menyampaikan bahwa pasar murah merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Ia menegaskan, kegiatan ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menekan dampak kenaikan harga jelang hari besar keagamaan.
Masturi juga mengingatkan warga agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan aksi borong agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata.
Dengan lonjakan kebutuhan menjelang Iduladha, pasar murah menjadi oase bagi warga—tempat di mana harga lebih bersahabat dan beban ekonomi bisa ditekan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
