
WORKSHOP – Peserta Workshop Akuntansi Praktis kompak ceria berpose dengan Kades Bumijaya Mulyono dan tim dosen pengabdian Prodi Akuntansi Politala di aula desa setempat, Kamis (30/4).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus digencarkan melalui pendekatan langsung ke desa.
Program Studi Akuntansi Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) menggelar kegiatan Pengabdian Desa Binaan di Desa Bumi Jaya, Kamis (30/4/2026), dengan fokus pada penguatan tata kelola keuangan dan digitalisasi transaksi.
Dari Pembukuan Sederhana ke Sistem Digital
Kegiatan yang berlangsung di balai desa ini diikuti cukup banyak pelaku UMKM yang selama ini masih mengandalkan pencatatan manual. Juga ada perwakilan gabungan kelompok tani, koperasi desa, kelompok tani hutan, perangkat desa, dan BPD setempat.
Melalui Workshop Akuntansi Praktis, dosen Politala Try Edi Suwarno, memperkenalkan sistem pembukuan sederhana berbasis Microsoft Excel.
Menurutnya, metode ini dirancang agar mudah dipahami pelaku usaha skala kecil, sehingga mereka dapat memantau arus kas secara lebih jelas.
“Selama ini pelaku usaha sering tidak mengetahui pasti keuntungan yang didapat. Dengan pencatatan digital, semua transaksi bisa terdata dengan rapi dan transparan,” jelasnya.
Langkah ini dinilai penting sebagai fondasi awal agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan dengan pengelolaan keuangan yang akuntabel.

ANTUSIAS – Peserta Workshop Akuntansi Praktis antusias menyimak paparan pemateri dari dosen Prodi Akuntansi Politala di balai Desa Bumijaya, Kamis (30/4).
Migrasi ke Kasir Digital
Selain pembukuan, digitalisasi juga menyasar sistem transaksi. Riyadatul Muthmainnah memberikan pelatihan penggunaan aplikasi kasir digital yang menggantikan nota kertas.
Peserta dilatih langsung mulai dari memasukkan data produk hingga mencetak struk digital. Sistem ini dinilai lebih efisien sekaligus meningkatkan citra profesional usaha.
“Digitalisasi bukan hanya mempermudah, tapi juga membuat usaha lebih siap bersaing,” ujarnya.

TIM Pengabdian Dosen Prodi Akuntansi Politala
Dukungan Desa dan Harapan Keberlanjutan
Kepala Desa Bumi Jaya, Mulyono, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi langkah awal penting dalam membangun ekonomi desa berbasis data.
“Kami berharap UMKM bisa lebih tertib dalam pencatatan dan pengarsipan hasil usaha,” katanya.
Ia juga menyoroti keterbatasan SDM desa dalam penguasaan teknologi yang selama ini menjadi kendala utama. Karena itu, ia berharap ada pendampingan lanjutan dengan porsi praktik yang lebih besar.

MULYONO ST, kepala Desa Bumi Jaya
Transformasi dari Desa
Program ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik Negeri Tanah Laut dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong UMKM Desa Bumi Jaya tidak hanya bertahan, tetapi berkembang hingga menembus pasar yang lebih luas.
Transformasi digital yang dimulai dari desa menjadi sinyal kuat bahwa modernisasi ekonomi dapat tumbuh dari akar rumput, selama ada sinergi yang konsisten antara akademisi dan pemerintah desa.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
