
WEJANGAN – Bupati H Rahmat Trianto menyampaikan sambutan pada acara peringatan Isra Mikraj sekaligus peresmian Mushola Nur Rahmat, Senin (19/1) pagi.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memanfaatkan momentum peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah sebagai sarana penguatan karakter dan spiritual aparatur sipil negara (ASN).
Hal tersebut ditandai dengan peresmian Mushola Nur Rahmat di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Laut oleh Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, Senin (19/1/2026).
Kegiatan yang digelar di area belakang Kantor Bupati Pelaihari ini dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta seluruh kepala SKPD se-Kabupaten Tanah Laut.
Isra Mikraj Jadi Momentum Penguatan Iman
Dalam sambutannya, Bupati Tanah Laut menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga keimanan di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Ia menilai kemajuan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), kerap menghadirkan narasi yang dapat melemahkan keyakinan beragama apabila tidak disikapi dengan pemahaman yang benar.
“Kalau iman kita lemah, maka hati mudah goyah. Dari situ muncul keraguan terhadap peristiwa-peristiwa besar dalam Islam, termasuk Isra Mikraj,” ujar Rahmat Trianto.
Waspada Informasi Menyesatkan di Ruang Digital
Bupati juga mengingatkan maraknya informasi di media digital yang mempertanyakan ayat suci Al-Quran maupun sejarah Islam, seperti keberadaan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa.
Menurutnya, ASN sebagai pelayan publik harus memiliki pemahaman agama yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat.
“Kalau generasi kita tidak dibekali iman dan ilmu, maka akan percaya begitu saja dengan narasi yang beredar,” tegasnya.

Mushola Nur Rahmat, Simbol Pembenahan Spiritual
Peresmian Mushola Nur Rahmat menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Bupati mengungkapkan, renovasi mushola dilakukan karena kondisi sebelumnya dinilai tidak layak sebagai sarana ibadah.
Ia berharap mushola ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan tempat menumbuhkan nilai kebersamaan antarpegawai.
“Nama Nur Rahmat berarti cahaya kasih sayang. Saya ingin dari mushola ini lahir suasana kerja yang penuh keikhlasan dan saling menghargai,” ucapnya.
Dioptimalkan Sambut Bulan Ramadhan
Menjelang Ramadhan, Bupati menginstruksikan agar Mushola Nur Rahmat dimanfaatkan secara aktif untuk kajian keislaman dan kegiatan ibadah rutin bagi ASN di lingkungan Sekretariat Daerah.
Rangkaian acara peringatan Isra Mikraj kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari KH Abdurrahman Husein, yang mengajak seluruh peserta untuk memperkuat hubungan spiritual sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pemerintahan.
(inspirasitala.co.id/inspira)
