
ANGGOTA Polsek Jorong melakukan penanganan awal di TKP laka, Jumat (26/2).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Dalam kurun dua hari, tiga nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dua peristiwa tragis itu terjadi di ruas berbeda, yakni Jalan Pelaihari–Kintap, Kecamatan Jorong, dan kawasan jembatan besi Kelurahan Angsau, Pelaihari.
Rentetan kejadian ini kembali menyoroti keselamatan berkendara di jalur utama yang padat kendaraan berat dan kerap dilintasi pengendara jarak jauh.
Pasutri Tewas di Tikungan Jorong
Kecelakaan pertama terjadi Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita di Jalan A Yani, dekat Simpang Tiga H Murat, Desa Alur, Kecamatan Jorong.
Sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 yang dikendarai Sarjuni (63) berboncengan dengan istrinya, Rusmiyati (60), warga Kabupaten Tanah Bumbu, terlibat tabrakan depan samping dengan sebuah Mitsubishi Colt Diesel yang melaju dari arah Banjarmasin menuju Tanah Bumbu.
Diduga sepeda motor melambung ke jalur kanan di tikungan sehingga menabrak pelindung sisi kanan bawah bak truk.
Sarjuni meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), sementara Rusmiyati mengembuskan napas terakhir saat tiba di Puskesmas Jorong.
Kerugian materiil ditaksir sekitar Rp 2 juta. Polisi mengamankan pengemudi truk dan kedua kendaraan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Warga Pelaihari Tewas di Angsau
Sehari berselang, Sabtu (28/2/2026), kecelakaan maut kembali terjadi di dekat jembatan besi Kelurahan Angsau, Pelaihari, tak jauh dari jembatan besi setempat.
Korban diketahui berinisial Muhammad Hanafi (44), warga Kota Pelaihari. Ia ditemukan tergeletak di tepi bahu jalan dengan luka serius di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di TKP.
M Burhan, pengendara yang melintas dan sempat berhenti di lokasi, menggambarkan kondisi korban yang sudah tidak bergerak.
“Kasihan, sepintas terlihat tadi itu lumayan cukup parah. Orangnya nggak gerak-gerak lagi,” ujarnya.
Video singkat berdurasi enam detik sempat beredar luas di grup percakapan media sosial, memperlihatkan korban tergeletak di aspal dengan darah di sekitar kepala, sementara relawan bersiap melakukan evakuasi.
Jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

LAKA – Suasana laka di Jalan A Yani, Angsau, Pelaihari, Minggu (1/3) pagi.
Polisi: Masih Kumpulkan Data
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kasat Lantas Iptu Aditya Rizky Ridhotomo, Minggu (1/3/2026), menyampaikan bahwa penanganan kasus telah dilakukan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Tala.
“Ini masih dikumpulkan datanya dulu, mohon waktu,” ujarnya singkat.
Polisi memastikan olah TKP, pengumpulan keterangan saksi, serta pengamanan barang bukti telah dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kedua kecelakaan tersebut.
Alarm Keselamatan di Jalur Padat
Dua peristiwa beruntun ini kembali memunculkan keprihatinan masyarakat terhadap tingginya angka kecelakaan di Tala, khususnya di ruas jalan nasional dan jalur penghubung antarwilayah.
Warga berharap adanya evaluasi titik rawan kecelakaan, penambahan rambu peringatan di tikungan dan jembatan, serta pengawasan kecepatan kendaraan berat yang melintas.
Selain faktor teknis jalan, disiplin pengendara dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan.
Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, tidak mendahului di jalur menikung, serta selalu memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum berkendara.
Tiga nyawa dalam dua hari menjadi pengingat keras bahwa keselamatan di jalan raya bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
