
SETELAH susah payah selama sekitar dua jam, petugas gabungan bersama relawan dan warga, akhirnya berhasil mengevakuasi mobil yang terseret arus deras di Jalan Padat Karya, Desa Tajau Pecah, Minggu (3/5) malam.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Insiden kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Padat Karya, jalur tembus Tajau Pecah-Gunung Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Minggu (3/5/2026) malam.
Sebuah mobil warna hitam hanyut terbawa arus saat melintas di jalan desa yang minim penerangan. Beruntung, dua orang di dalam kendaraan, yakni pasangan suami istri, selamat dari kejadian tersebut.
Peristiwa ini dilaporkan warga sekitar pukul 20.15–20.20 Wita. Sebelumnya, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 19.30 Wita saat kendaraan melintas di ruas jalan yang tergenang.
Arus air yang cukup kuat diduga membuat pengemudi kehilangan kendali hingga mobil terseret keluar badan jalan dan masuk ke area sawitan.
Pasutri Selamat, Mobil Terseret Arus
Kapolsek Batu Ampar, AKP Munadi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut mobil jenis Toyota Rocky bernomor polisi DA 1848 LN itu dikemudikan oleh Zain, warga Gunung Mas, bersama istrinya.
“Mobil hanyut saat melintas di Jalan Padat Karya Gunung Mas sekitar pukul 19.30 Wita. Pengemudi atas nama Zain bersama istrinya, keduanya dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Derasnya arus di badan jalan ditengarai menjadi faktor utama kendaraan tidak dapat dikendalikan. Meski sempat terseret, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepala Desa Tajau Pecah, Aidi Rahman, juga membenarkan kejadian itu. Ia menyebut lokasi kejadian berada di RT 1 Dusun 1, jalan tembus menuju Gunung Mas.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Yang mengevakuasi Rescue Tajau dibantu warga,” katanya. Ia menambahkan, korban diketahui merupakan warga Gunung Mas.
Evakuasi Dramatis, Butuh Waktu Dua Jam
Proses evakuasi kendaraan berlangsung dramatis dan memakan waktu cukup lama. Warga setempat langsung berdatangan membantu bersama petugas gabungan dari Damkar Rescue, kepolisian, serta relawan.
Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Tanah Laut, Totom Wahyudi, mengungkapkan pihaknya menerima laporan dari warga bernama M Jaini yang datang langsung ke Pos Sektor Batu Ampar sekitar pukul 20.15 Wita.
“Anggota menerima laporan warga yang meminta bantuan evakuasi mobil hanyut. Setelah itu, tim langsung menyiapkan peralatan dan alat pelindung diri untuk menuju lokasi,” jelasnya.
Evakuasi dimulai sekitar pukul 20.18 Wita. Namun, kondisi lokasi yang gelap, medan licin, serta posisi mobil di area sawitan membuat proses penarikan berjalan alot.
“Proses evakuasi memakan waktu kurang lebih dua jam. Ini karena kondisi medan cukup sulit dan minim penerangan,” tambah Totom.
Akhirnya, sekitar pukul 22.20 Wita, satu unit mobil berhasil dievakuasi dalam kondisi aman.
Dalam operasi tersebut, Damkar mengerahkan satu unit armada beserta anggota piket yang bertugas di lapangan.
Kolaborasi Warga dan Petugas
Keberhasilan evakuasi tidak lepas dari sinergi antara petugas dan masyarakat. Warga sekitar turut berperan aktif membantu proses penanganan sejak awal kejadian hingga mobil berhasil diangkat.
Meski sempat menyulitkan, kerja sama yang solid membuat proses evakuasi dapat diselesaikan dengan aman tanpa menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk lebih waspada, terutama saat melintasi jalur rawan genangan dan minim penerangan, khususnya di wilayah pedesaan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
