
BUPATI Tala H Rahmat Trianto menyerahkan Naskah Raperda Pertanggungjawaban APBD TA 2025 kepada Ketua DPRD H Khairil Anwar, Rabu (17/6).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Bupati Tanah Laut (Tala) H Rahmat Trianto secara terbuka mengakui masih adanya sejumlah program pembangunan yang belum mencapai target pada 2025.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Tala yang digelar di ruang rapat DPRD Tala, Rabu (17/6/2026).
Didampingi Wakil Bupati HM Zazuli, H Rahmat menyampaikan jawaban pemerintah daerah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait berbagai agenda paripurna yang berlangsung maraton pada hari itu.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat mengungkapkan program rumah layak huni dan cetak sawah menjadi beberapa program yang realisasinya belum memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Program rumah layak huni masih menyisakan kekurangan dari target yang direncanakan. Begitu pula program cetak sawah yang belum sepenuhnya terealisasi akibat berbagai kendala, mulai faktor cuaca hingga pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.
Meski demikian, Rahmat memastikan seluruh kritik, saran, dan masukan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
“Kami telah mencatat seluruh masukan dari fraksi-fraksi DPRD. Semua saran dan kritik tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program pembangunan ke depan,” katanya.
Menurut H Rahmat, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan dukungan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan.
Ia mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara eksekutif dan legislatif dalam mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, warga Pelaihari, Warlansyah, berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah benar-benar menghasilkan perbaikan nyata, khususnya pada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah terbuka mengakui kekurangan itu keren. Harapannya ke depan program rumah layak huni bisa lebih maksimal karena masih banyak warga yang membutuhkan bantuan tempat tinggal yang layak,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Hamilah, warga Kecamatan Bati-Bati. Menurutnya, program cetak sawah perlu mendapat perhatian lebih karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan daerah.
“Kalau ada kendala, semoga segera dicarikan solusi. Kami ingin program pertanian bisa berjalan maksimal sehingga petani juga merasakan manfaatnya,” katanya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
