
MUSKAB – Yuni Rahman (kaus hitam) kembali terpilih menakhodai KORMI Tala periode 2026-2030 pada Muskab yang dihelat, Kamis (12/2), di Gedung Pemuda Pelaihari.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Tanpa dinamika perebutan suara, Musyawarah Kabupaten (Muskab) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Tanah Laut 2026–2030 justru menegaskan soliditas internal organisasi. Satu-satunya calon yang mendaftar, Yuni Rahman, otomatis ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua untuk periode kedua.
Forum yang digelar di Gedung Pramuka Pelaihari, Kamis (12/2/2026), itu menjadi penanda berlanjutnya kepemimpinan Yuni setelah periode 2021–2026. Aklamasi dinilai sebagai bentuk kepercayaan Inorga dan pegiat olahraga masyarakat atas kinerja kepengurusan sebelumnya.
Eksistensi KORMI Tala: Dari Komunitas ke Gerakan Massal
Dalam lima tahun terakhir, KORMI Tala memperluas jejaring olahraga rekreasi berbasis komunitas. Sejumlah Inorga aktif menggelar senam massal, olahraga tradisional, hingga kegiatan kebugaran lintas usia.
Secara struktural, KORMI berbeda dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Jika KONI berfokus pada pembinaan atlet dan capaian prestasi di ajang resmi seperti Porprov atau PON, KORMI bergerak pada olahraga rekreasi dan tradisional dengan orientasi partisipasi massal.
Di tingkat provinsi, KORMI Kalimantan Selatan membina sekitar 75 Induk Organisasi Olahraga (Inorga). Kabupaten/kota, termasuk Tanah Laut, didorong memperluas pembinaan hingga ke desa dan sekolah agar basis partisipasi semakin kuat.
Sekretaris KORMI Kalsel, Chairunnisa, yang hadir dalam Muskab, mengingatkan pentingnya kesiapan daerah menghadapi FORDA 2027 di Tapin dan FORNAS IX 2027 di Palu.
“Partisipasi harus diperluas. Inorga perlu dipersiapkan lebih matang agar keterlibatan masyarakat semakin luas,” ujarnya.
Target 70 Persen Warga Aktif Berolahraga
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, mewakili Bupati H Rahmat Trianto, menegaskan Muskab bukan sekadar memilih ketua.
“Ini forum evaluasi dan penyusunan program kerja. Kita punya Desain Olahraga Daerah dengan target 70 persen masyarakat aktif berolahraga pada 2045,” tegasnya.
Target tersebut selaras dengan peran KORMI sebagai penggerak olahraga masyarakat. Dispora juga mendorong perlindungan pegiat melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta perencanaan program yang terukur dan berkelanjutan.

Periode Kedua: Masuk Sekolah, Kenalkan Olahraga Tradisional
Yuni Rahman menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada dirinya.
“Pada periode kedua ini saya akan lebih mengenalkan lagi olahraga tradisional kepada kawula muda. Kami akan intensifkan turun ke sekolah-sekolah,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Program sosialisasi ke sekolah sejatinya telah berjalan pada periode pertama. Namun, ke depan akan diperluas jangkauannya, mulai dari jenjang SD hingga SMA.
Langkah ini dinilai strategis untuk membangun kesadaran sejak dini bahwa olahraga bukan semata kompetisi, melainkan kebutuhan hidup sehat dan ruang pembentukan karakter.
Selain itu, KORMI Tala juga akan mempersiapkan Inorga menyongsong FORDA 2027 di Kabupaten Tapin agar partisipasi daerah semakin optimal.
Harapan Pegiat: Konsisten dan Merata
Sejumlah pegiat olahraga masyarakat berharap periode kedua kepemimpinan Yuni mampu memperluas pembinaan hingga pelosok desa.
“Kami ingin kegiatan rutin dan pendampingan yang berkelanjutan. Kalau masyarakat aktif, dampaknya ke kesehatan dan kebersamaan,” ujar seorang pegiat senam di Pelaihari.
Dengan aklamasi tersebut, KORMI Tanah Laut memasuki fase lanjutan: memperkuat organisasi, memperluas partisipasi, dan memastikan olahraga rekreasi benar-benar membudaya di tengah masyarakat.
(inspirasitala.co.id/inspira)
