
RAMAI – Suasana pasar murah di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, yang begitu ramai, Senin (9/3) pagi.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Antrean warga sudah terlihat sejak pagi di halaman Stadion Pertasi Kencana, Jalan A Syairani, Pelaihari, Senin (9/3/2026).
Pasar murah yang digelar TP PKK Kalimantan Selatan bersama TP PKK Tanah Laut (Tala) diserbu masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Deretan tenda pasar murah dipadati warga dari berbagai wilayah. Bahkan sebagian di antaranya rela datang dari kecamatan yang cukup jauh demi membeli sembako murah menjelang Ramadan.
Pasar murah itu dihadiri Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat dan staf ahli Gubernur Kalsel.
Hj Dian didampingi Hj Wiwi Zazuli serta staf ahli Gubernur meninjau stand-stand pasar murah. Sekaligus berinteraksi dengan waega yang tertib antre.
Ia menyampaikan terima kasih kepasa TP PKK Kalsel yang telah menghadirkan pasar murah di Tala. Kegiatan ini bagian dari bakti sosial yang rutin dilaksanakan tiap tahun.
Ia mengatakan tiap menjelang lebaran harga sembako selalu cenderung naik. Karena itu pasar murah dihdirkan untuk membantu meringankan beban masyarakat.
Melalui pasar murah, inflasi juga dapat ditekan. Selain itu membantu masyarakat mendapatkan sembako dengan harga miring atau murah.
Datang dari Batuampar
Salah satunya Isnawati, warga Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar. Ia datang jauh-jauh ke Kota Pelaihari dengan membonceng ibunya, Badariah, menggunakan sepeda motor.
Setibanya di lokasi, Isnawati langsung ikut mengantre untuk membeli kebutuhan pokok. Ia sengaja menggantikan ibunya yang sudah lanjut usia dan tidak kuat berdiri lama di barisan antrean.
“Alhamdulillah lumayan murah. Hemat sekitar seratus ribuan,” ujarnya.
Badariah membeli sejumlah kebutuhan seperti beras, telur, minyak goreng, dan teh kotak. Menurut Isnawati, harga yang ditawarkan di pasar murah tersebut memang jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
Ia mencontohkan beras kemasan lima kilogram yang hanya dijual Rp50 ribu, padahal di pasaran bisa mencapai sekitar Rp65 ribu. Telur ayam ras satu rak dijual Rp50 ribu, sedangkan di pasar harganya bisa lebih dari Rp60 ribu.
Diserbu Warga
Hal serupa disampaikan Erniwati, warga Kelurahan Saranghalang. Ia mengaku pasar murah tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Ini sangat membantu masyarakat, setidaknya bisa meringankan pengeluaran,” katanya.
Pasar murah tersebut merupakan kolaborasi TP PKK Kalsel dengan Dinas Perdagangan Kalsel serta TP PKK Tala bersama sejumlah SKPD di daerah setempat.
Beberapa instansi yang terlibat antara lain Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Tala, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan).
Diskumdag Tala menyediakan sejumlah komoditas yang paling banyak dicari masyarakat seperti minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, beras, dan telur. DKPP juga menjual beras, sementara Distanhorbun menyediakan cabai dan sayuran, serta Disnak Keswan menjual telur ayam ras.
Selain itu tersedia pula pangkalan LPG yang menjual gas elpiji bersubsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp19 ribu per tabung.
Habis Dalam Satu Jam
Pegawai Diskumdag Tala, Myrna Fahrina, mengatakan antusiasme warga sangat tinggi sehingga sejumlah komoditas habis terjual dalam waktu singkat.
Menurutnya, minyak goreng merek Minyak Kita yang dibawa sebanyak 600 liter dijual hanya Rp10 ribu per liter, jauh di bawah harga pasar yang mencapai sekitar Rp18 ribu.
Selain itu, beras sebanyak 200 sak kemasan lima kilogram dijual Rp50 ribu per sak, telur ayam ras sebanyak 100 rak dijual Rp50 ribu per rak, bawang merah sekitar 30 kilogram dijual Rp30 ribu per setengah kilogram, serta bawang putih 10 kilogram yang dikemas seperempat kilogram dijual Rp5 ribu.
“Tingginya antusias masyarakat membuat sebagian besar bahan pangan habis terjual hanya sekitar satu jam,” ujarnya.
Tekan Harga Jelang Lebaran
Kegiatan pasar murah tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Bagi warga seperti Isnawati dan ibunya, perjalanan puluhan kilometer dari desa menuju kota terasa terbayar. Dengan harga yang lebih murah, mereka bisa membawa pulang lebih banyak kebutuhan dapur.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
