
SAMBUTAN – Wabup Tala HM Zazuli menyampaikan sambutan pada HUT ke-43 Desa Sumber Mulya, Jumat (29/5) sore.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Dentuman musik kuda lumping menggema di Pasar Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Jumat (29/5/2026) sore.
Di tengah semarak pagelaran seni tradisional itu, warga larut dalam suasana syukuran Hari Ulang Tahun ke-43 Desa Sumber Mulia yang berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan.
Momentum hari jadi desa kali ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi ruang berkumpul lintas generasi untuk mengenang perjalanan panjang desa sejak berdiri hingga berkembang seperti sekarang.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli. Hadir pula Kepala Dinas PMD Muhammad Syahid, Camat Pelaihari Fajar Tri Atmaja bersama Forkopimcam, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga ratusan warga.
Kuda Lumping Jadi Simbol Guyub Warga
Dalam sambutannya, Wakil Bupati HM Zazuli mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Sumber Mulia yang dinilai mampu menjaga semangat gotong royong selama puluhan tahun.
Menurutnya, usia ke-43 menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kepedulian antarwarga demi pembangunan desa yang semakin maju.
“Momentum hari jadi desa ini merupakan sarana evaluasi dan refleksi bersama untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian dalam membangun desa demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai pagelaran tari kuda lumping bukan sekadar hiburan masyarakat, melainkan bagian dari upaya melestarikan budaya tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Pagelaran seni tradisional tersebut pun mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati lokasi acara sejak siang hari.

Filosofi Ayam dan Jejak Perjuangan Desa
Sementara itu, Kepala Desa Sumber Mulia Endro Suwarsono menyampaikan rasa syukur atas perjalanan desa yang kini telah memasuki usia ke-43 tahun.
Ia mengatakan perkembangan desa tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat sejak masa awal pembukaan wilayah hingga sekarang.
Dalam kesempatan itu, Endro juga memaparkan sejarah singkat Desa Sumber Mulia yang resmi menjadi desa definitif pada 1983.
Ia menjelaskan filosofi ikon ayam yang menjadi simbol ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perjuangan pada masa awal berdirinya desa.
Usai pembukaan pagelaran kuda lumping, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng di Balai Desa sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan desa.
Warga Bangga Tradisi Tetap Dilestarikan
Salah seorang warga, Yanto, mengaku senang perayaan hari jadi desa tetap menghadirkan kesenian tradisional yang dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga.
“Jarang sekarang acara desa seramai ini. Anak-anak muda juga ikut menonton kuda lumping, jadi budaya kita tetap dikenal,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya. Ia menilai suasana kebersamaan saat syukuran desa menjadi momen yang dinanti masyarakat setiap tahun.
“Yang paling terasa itu kekompakannya. Semua warga ikut terlibat, dari persiapan sampai acara selesai,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-43 Desa Sumber Mulia pun berlangsung hangat hingga malam hari dengan antusiasme masyarakat yang terus memadati area kegiatan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
