
ILUSTRASI solar habis
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Pengamanan dan monitoring distribusi BBM subsidi yang dilakukan Polsek Jorong di salah satu SPBU di Kecamatan Jorong mendapat apresiasi dari masyarakat.
Di balik apresiasi itu, warga juga menyuarakan keluhan lama yakni tetap sulitnya memperoleh solar subsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Kegiatan monitoring dilakukan di SPBU PT Candra Mas Permata Lestari, Jalan A Yani Km 122, Desa Simpang Empat Sungai Baru, Rabu kemarin.
Personel Polsek Jorong memantau langsung proses penyaluran BBM subsidi guna memastikan distribusi berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas distribusi BBM bersubsidi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan penyalahgunaan.
“Kami ingin memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan lancar serta masyarakat merasa aman dan nyaman saat melakukan pengisian,” ujarnya.
Namun di lapangan, sejumlah warga mengaku persoalan antrean solar subsidi masih menjadi masalah serius.
Tidak sedikit sopir maupun pemilik kendaraan yang harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan solar, bahkan rela menginap di area SPBU.
Rahmani, warga Pelaihari, mengaku kesulitan mendapatkan solar subsidi sudah berlangsung cukup lama.
Menurutnya, antrean panjang membuat masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan justru sering kesulitan.
“Kadang antre dari siang sampai malam belum tentu dapat. Banyak yang sampai nginap di SPBU. Kami sendiri tidak selalu bisa ikut menunggu karena mobil dipakai untuk bekerja,” katanya, Kamis (21/5/2026)
Keluhan serupa disampaikan salah seorang, sopir, Udin, yang mengaku waktu kerjanya sering terbuang hanya untuk mengantre BBM subsidi.
“Kalau antre bisa berjam-jam, otomatis pekerjaan terganggu. Harapan kami distribusinya lebih tertib dan pengawasannya diperkuat supaya tidak ada permainan,” ujarnya.
Warga berharap pengawasan seperti yang dilakukan Polsek Jorong tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan dilakukan rutin dan menyeluruh di seluruh SPBU di Tanah Laut yang selama ini dikenal rawan antrean panjang.
Mereka juga meminta Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum duduk bersama mencari solusi konkret agar distribusi solar subsidi benar-benar tepat sasaran.
“Kalau semua pihak serius mengawasi, kami yakin potensi permainan atau penyalahgunaan bisa ditekan. Kasihan masyarakat kecil kalau terus begini,” tutur seorang warga lainnya.
Menurut warga, persoalan antrean solar subsidi bukan hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kendaraan operasional setiap hari.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
BACA JUGA
