
DISKUSI – Ketua Komisi II DPRD Tala H Agus Prasetya B berdiskusi dengan Kadisdikbud Myrza Fazrina pada Forum Lintas SKPD, Senin (23/2) siang.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Bayang-bayang ribuan anak yang belum tersentuh pendidikan menjadi perhatian serius dalam Forum Lintas Perangkat Daerah yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Senin (23/2) siang, di aula Disdikbud setempat.
Forum ini menjadi bagian dari penyempurnaan rancangan rencana kerja tahun 2027. Berbagai elemen hadir sebagai peserta selain dari kalangan SKPD Pemkab Tala.
Kegiatan dipimpin langsung Kepala Disdikbud Tala Myrza Fazrina dan menghadirkan Ketua Komisi II DPRD Tala H Agus Prasetya serta pejabat dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Tanah Laut.
Hadir pula unsur SKPD, Ketua Dewan Pendidikan Tala H Noor Ifansyah yangbjuga mantan kepala Dinas Pendidikan Tala, TP PKK, pegiat pendidikan, pelajar, hingga insan pers.
6.000 Anak Tercatat Tak Bersekolah
Dalam forum tersebut terungkap, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, lebih dari 6.000 anak di Tala tercatat tidak bersekolah.
Angka itu mencakup anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah (drop out), hingga lulus tetapi tidak melanjutkan.
Yang paling mengkhawatirkan, sekitar 2.000 anak di antaranya belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali. “Ini yang menjadi perhatian serius kami,” ujar Myrza.
Ketua Komisi II DPRD Tala, H Agus Prasetya B (APB), menambahkan, dari total sekitar 55 ribu siswa jenjang PAUD, SD, dan SMP di Tala, angka anak tidak sekolah mendekati 10 persen.
DPRD mendorong seluruh SKPD terkait untuk terlibat aktif mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku pendidikan.
Langkah bersama dikatakannya sangat penting untuk mewujudkan cita-cita Kabupaten Tanah Laut untuk menyiapkan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Politisi Partai Golkar Tala ini menegaskan DPRD Tala akan memberi support penuh terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan. Pasalnya hanya melalui SDM unggul akselerasi pembangunan dapat diwujudkan.
Pokja Penyisiran Data Dibentuk
Sebagai tindak lanjut, Disdikbud Tala bersama Komite Sekolah, Dewan Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Dukcapil, dan Dinas Sosial sepakat membentuk kelompok kerja (pokja).
Tim ini akan melakukan penyisiran lapangan guna memverifikasi dan memvalidasi data anak tidak sekolah.
Langkah ini dinilai penting agar intervensi kebijakan tepat sasaran, sekaligus memastikan tidak ada anak yang tercecer dari sistem pendidikan.

IPM Jadi Taruhan
Forum juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tala tahun 2025 yang berada di angka 8,2 dan menempati peringkat kedelapan di Kalimantan Selatan.
Disdikbud menilai peningkatan IPM tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi lintas sektor, termasuk pembaruan data administrasi kependudukan oleh Dukcapil dan sinergi dengan Kemenag.
Melalui forum lintas perangkat daerah ini, Pemkab Tala berharap penyempurnaan rencana kerja 2027 tak sekadar dokumen administratif, melainkan menjadi peta jalan nyata dalam membangun sumber daya manusia yang lebih unggul dan berdaya saing.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
