
DISEBUT BERJAMUR – Kue donat MBG ini disebut berjamur oleh satu pemilik akun sosmed. Setelah dicek, serbuk putih yang menempel di bagian bawah adalah tepung.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Polemik dugaan kue berjamur dan ubi cilembu buruk dalam paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), memicu perhatian publik sejak Senin (23/2/2026) petang.
Unggahan seorang wali murid di media sosial memantik beragam komentar dan kekhawatiran warganet.
Akun berinisial RA menuliskan keluhan soal “wadai bejamur” dan “ubi cilembu buruk” disertai dua foto paket MBG yang diterima siswa di Desa Ujung.
Foto tersebut memperlihatkan paket berisi ubi cilembu, susu kotak, telur ayam, telur itik, pisang, dan kue. Satu foto lainnya menyorot bagian bawah kue dengan bercak putih dan titik kecokelatan yang diduga sebagai jamur.
Menanggapi hal itu, pihak SPPG, pengawas MBG dari TNI, hingga Koordinator SPPG BGN Tala angkat bicara dan memberikan klarifikasi resmi.
Klarifikasi Kepala SPPG Bati-Bati Ujung
Kepala SPPG Bati-Bati Ujung, Hernando, membenarkan paket dalam unggahan tersebut merupakan MBG yang didistribusikan pihaknya dan diunggah oleh salah satu wali murid.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat.
Menurutnya, ada dua hal yang perlu diluruskan.
Pertama, tampilan ubi cilembu yang terlihat lebih gelap merupakan proses karamelisasi alami saat pengolahan. “Kondisinya layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Kedua, bercak putih di bagian bawah roti bukan jamur, melainkan sisa alas tepung saat proses pemanggangan yang menempel pada roti. Roti tersebut diproduksi oleh pelaku UMKM di sekitar dapur SPPG.
Hernando menambahkan, hingga saat ini tidak ada keluhan serupa dari wali murid lainnya.

Koordinator SPPG BGN Tala Pastikan Sudah Cek ke Sekolah
Koordinator SPPG BGN Kabupaten Tanah Laut, Alif Antasari Noor, menyatakan pihaknya langsung mengonfirmasi kepala SPPG setelah isu viral.
“Dari hasil konfirmasi, ada dua poin utama, yakni soal alas tepung pada roti dan proses karamelisasi ubi cilembu,” jelasnya.
Alif memastikan SPPG yang mendistribusikan paket telah melakukan klarifikasi langsung ke sekolah-sekolah penerima manfaat guna mencegah kesalahpahaman lebih lanjut.
Ia menegaskan, evaluasi tetap dilakukan sebagai bagian dari perbaikan layanan.
TNI Tekankan Pengawasan Ketat Selama Ramadan
Sementara itu, Pelda Martiman dari Kodim 1009/Tanah Laut selaku pendamping dan pengawas MBG BGN Tala menyatakan langsung berkoordinasi dengan SPPG begitu menerima informasi keluhan.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan internal, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan.
“Pastikan bahan makanan halal dan segar, prosesnya higienis, menunya sesuai waktu berbuka atau sahur, serta memenuhi kebutuhan gizi,” tegasnya.
Martiman juga membuka kemungkinan konsultasi dengan ahli gizi atau tenaga medis bila diperlukan untuk memastikan standar menu tetap terjaga.
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat agar bijak bermedia sosial. “Pikir sebelum posting dan pastikan informasi yang dibagikan benar serta tidak menimbulkan keresahan,” pesannya.
Evaluasi dan Penguatan Komunikasi
Kasus ini menjadi catatan penting bagi seluruh pihak dalam pelaksanaan program MBG di Tanah Laut.
Selain penguatan pengawasan internal, komunikasi antara penyedia program, sekolah, dan wali murid dinilai perlu terus ditingkatkan agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara cepat dan proporsional.
Dengan klarifikasi dan langkah pengawasan yang diperketat, program MBG diharapkan tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi para penerima tanpa menimbulkan polemik berulang.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
