
MENJAHIT – Peserta pelatihan Kejuruan Menjahit konsentrasi membikin busana di ruang kejuruan setempat di lingkungan BLK Kabupaten Tanah Laut, beberapa waktu silam.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, mencatat capaian kinerja yang cukup tinggi sepanjang tahun evaluasi 2025.
Secara keseluruhan, merujuk data pada instansi setempat, Minggu (1/2/2026), realisasi fisik program mencapai 95,24 persen, sementara realisasi keuangan berada di angka 87,84 persen dari total pagu anggaran.
Kepala Disnakerind Tala, Ulil Amri Bahtiar, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor industri pengolahan, sekaligus menekan angka pengangguran.
> “Tujuan utama kami adalah meningkatnya produktivitas dan daya saing industri pengolahan serta menurunnya pengangguran di Tanah Laut,” ujar Ulil.
Penempatan Kerja dan Pelatihan Melampaui Target
Pada urusan ketenagakerjaan, sejumlah indikator kinerja bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Program pelatihan berbasis kompetensi terealisasi sebanyak 558 orang dari target 532 orang, atau mencapai 105 persen.
Capaian paling menonjol terjadi pada program penempatan pencari kerja. Dari target 100 orang, realisasi mencapai 232 orang atau setara 232 persen.
Selain itu, penyelesaian perselisihan hubungan industrial juga berhasil direalisasikan 100 persen, sesuai target yang ditetapkan.
Disnakerind Tala juga menjamin perlindungan sosial bagi pekerja rentan dengan cakupan 25.000 orang sepanjang 2025.
Dorong Daya Saing IKM
Di sektor perindustrian, Disnakerind Tala terus mendorong penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Salah satu indikatornya adalah fasilitasi sertifikasi halal yang terealisasi pada 41 IKM, jauh melampaui target awal 20 IKM atau mencapai 205 persen.
Namun demikian, pertumbuhan nilai produksi IKM baru terealisasi 4,02 persen, masih di bawah target 4,6 persen.
> “Ini menjadi perhatian kami karena berkaitan langsung dengan daya saing produk lokal,” kata Ulil.
Kendala Masih Dihadapi
Meski capaian kinerja relatif tinggi, Disnakerind Tala mengakui masih menghadapi sejumlah kendala.
Penyerapan tenaga kerja dinilai belum optimal akibat layanan penempatan kerja yang belum terintegrasi maksimal, keterbatasan SDM, serta sarana prasarana informasi pasar kerja.
Di bidang hubungan industrial, masih ditemukan perselisihan yang dipicu rendahnya kepatuhan sebagian pelaku usaha terhadap norma ketenagakerjaan dan kepesertaan jaminan sosial.
Sementara itu, daya saing IKM masih terkendala keterbatasan keterampilan SDM, pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal, serta persoalan kemasan dan pemasaran produk.
Permasalahan klasik juga masih membayangi sentra-sentra IKM, mulai dari permodalan, manajemen usaha, hingga ketersediaan bahan baku yang belum stabil.
> “Ke depan, penguatan SDM, digitalisasi layanan, serta kolaborasi lintas sektor menjadi fokus kami agar capaian kinerja tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Ulil.
(inspirasitala.co.id/inspira)
