
BERPOSE – Wabup Tala HM Zazuli didampingi Sekda Ismail Fahmi dan Forkopimda, Direktur Politala Dr Meldayanoor dan jajaran pejabat teras Pemkab Tala berpose bersama, Rabu (28/1) siang.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala) membuka peluang luas bagi pemuda desa untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.
Melalui program Satu Desa Satu Lulusan Pendidikan Tinggi, peserta dibebaskan dari biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan mendapat bantuan biaya hidup sebesar Rp 1,5 juta per semester.
Program unggulan pemerintahan Bupati Tala H Rahmat Trianto dan Wakil Bupati HM Zazuli ini disosialisasikan di Kampus Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Rabu (28/1/2026) siang.
Pemkab Tala menggandeng Politala dalam mewujudkan program ini. Performa perguruan tinggi vokasi ternama ini memang tak diragukan lagi, selalu masuk rangking lima besar hasil survei Webometric.
Pendidikan Jadi Kunci Pembangunan Daerah
Wakil Bupati Tala HM Zazuli menegaskan, program tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pemerintah Kabupaten Tala meyakini bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya,” ujar Wabup yang akrab disapa H Uli saat membuka kegiatan sosialisasi di Aula Lantai 3 Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Politala.

Program Berbasis Regulasi yang Kuat
Program Satu Desa Satu Lulusan Pendidikan Tinggi bukan sekadar wacana, melainkan telah memiliki landasan hukum yang jelas. Program ini tertuang dalam Perda Kabupaten Tanah Laut Nomor 12 Tahun 2024 tentang RPJPD 2025–2045 serta diperkuat melalui Peraturan Bupati Tanah Laut Nomor 95 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029.
Dengan dasar regulasi tersebut, program ini dipastikan berjalan berkelanjutan dan terukur.
Menyasar Pemuda dari Keluarga Tidak Mampu
Sebanyak 135 peserta akan direkrut, masing-masing mewakili 135 desa dan kelurahan di Kabupaten Tanah Laut.
Sasaran utama program ini adalah pemuda dan pemudi dari keluarga tidak mampu pada desil 1 hingga desil 4, lulusan SMA/sederajat atau Paket C maksimal dua tahun terakhir.
Jika suatu desa tidak memiliki pendaftar, kuota akan dialihkan ke desa lain dalam kecamatan yang sama agar pemerataan manfaat tetap terjaga.
Tahapan Pendaftaran dan Seleksi
Direktur Politala Dr Meldayanoor menjelaskan, pendaftaran program dibuka mulai 2 hingga 28 Februari 2026.
Pengumuman seleksi administrasi dijadwalkan pada 9–13 Maret, dilanjutkan tes tertulis pada 31 Maret hingga 2 April.
Tahapan berikutnya meliputi tes kesehatan pada 23–24 April, penandatanganan pakta integritas pada 27 April, serta daftar ulang pada 4–13 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Meldayanoor juga memandu langsung tutorial pendaftaran daring melalui barcode, sehingga peserta dapat memahami alur pendaftaran secara jelas.
Pilihan Program Studi di Politala
Peserta seleksi diberi kesempatan memilih maksimal empat program studi dari 10 program studi jenjang D-III dan D-IV yang tersedia di Politala.
Program studi tersebut terbagi dalam tiga jurusan, yakni Jurusan Komputer dan Bisnis, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, serta Jurusan Rekayasa dan Industri, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik desa asal peserta.

DIREKTUR Politala Dr Meldayanoor menjelaskan teknis tahapan seleksi calon peserta program Satu Desa Satu Lulusan Pendidikan Tinggi, Rabu (28/1).
Fasilitas dan Kewajiban Peserta
Peserta yang dinyatakan lolos akan memperoleh fasilitas berupa pembebasan biaya UKT serta bantuan biaya hidup sebesar Rp 1,5 juta per semester. Bantuan ini diberikan selama maksimal delapan semester untuk program D-IV dan enam semester untuk D-III.
Namun, peserta juga diwajibkan menyelesaikan studi tepat waktu, tidak berpindah program studi, tidak menikah selama masa studi, tidak menerima beasiswa lain.
Lalu, menjaga IPK minimal 2,75 setiap semester. Peserta juga wajib melaporkan perkembangan studi setiap akhir semester kepada Pemkab Tala melalui Politala.
Harapan Lahirnya Agen Perubahan di Desa
Melalui program ini, Pemkab Tala berharap setiap desa di Kabupaten Tanah Laut memiliki minimal satu lulusan pendidikan tinggi yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan, agen perubahan, sekaligus inspirasi bagi generasi muda di lingkungannya.
(inspirasitala.co.id/inspira)
