
EKSIS – Kadis PMD Tala M Syahid (tengah) menjadi saksi eksistensi BUMDes Berkah Mulia pada Musdes LPj Tutup Buku 2025, Selasa (27/1).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Perputaran ekonomi di tingkat desa kini tak lagi sebatas usaha kecil. Di Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mulia menjadi contoh nyata bagaimana unit usaha desa mampu tumbuh sebagai kekuatan ekonomi lokal yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sepanjang 2025, BUMDes Berkah Mulia mencatat omzet hingga Rp 10 miliar, sebuah capaian yang lahir dari konsistensi tata kelola usaha, kemitraan bisnis, serta keberpihakan pada ekonomi warga desa.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) M Syahid, saat menghadiri Musyawarah Desa Laporan Pertanggungjawaban Tutup Buku Tahun 2025 BUMDes Berkah Mulia, Selasa (27/1/2026).
BUMDes sebagai Penggerak Ekonomi Warga
Keberhasilan BUMDes Berkah Mulia tidak hanya tercermin dari besarnya omzet, tetapi dari dampak langsungnya terhadap ekonomi masyarakat desa.
Unit-unit usaha yang dijalankan telah membuka ruang kerja, peluang usaha turunan, serta sirkulasi ekonomi di tingkat lokal.
“BUMDes ini bukan hanya badan usaha, tapi penggerak ekonomi warga. Uangnya berputar di desa, manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” tegas M. Sahid.
Profesionalisme Tata Kelola Desa
Dalam kesempatan itu, M Syahid juga membacakan arahan Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto yang menekankan pentingnya pengelolaan BUMDes secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, keberhasilan usaha desa tidak ditentukan oleh besarnya modal semata, tetapi oleh tata kelola yang sehat, manajemen yang rapi, serta keberanian membangun kemitraan strategis.
“BUMDes Berkah Mulia sudah melampaui level lokal. Ini sudah menjadi rujukan regional bahkan nasional,” ujarnya.
PADes dan Lapangan Kerja
Keberadaan BUMDes Berkah Mulia juga berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Pada 2025, Desa Bukit Mulia mencatat PADes lebih dari Rp200 juta, yang menjadi penopang kemandirian fiskal desa.
Selain itu, aktivitas usaha BUMDes turut membuka lapangan kerja lokal, mengurangi ketergantungan warga pada sektor informal di luar desa, sekaligus memperkuat ekonomi berbasis komunitas.
Replikasi Model Usaha Desa
Pemkab Tanah Laut melalui Dinas PMD mendorong desa-desa lain untuk menjadikan BUMDes Berkah Mulia sebagai model pembelajaran usaha desa.
Desa-desa lain di Tala didorong melakukan studi tiru ke Bukit Mulia untuk memperkuat tata kelola, manajemen usaha, serta pola kemitraan bisnis.
“Ini bukan soal meniru jenis usahanya, tapi meniru sistemnya: manajemennya, transparansinya, dan keberpihakannya pada masyarakat,” ujar M. Sahid.
Peta Eksistensi BUMDes di Kabupaten Tanah Laut
BUMDes kini menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi desa di Kabupaten Tanah Laut.
Hampir seluruh desa di Tala telah membentuk BUMDes dengan ragam sektor usaha, mulai dari:
– Jasa logistik dan transportasi
– Pengelolaan air bersih desa
– Perdagangan hasil pertanian dan perikanan
– Usaha simpan pinjam desa
– Pengelolaan pasar desa
– Kemitraan sektor pertambangan dan energi
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas PMD secara aktif melakukan:
– Pembinaan kelembagaan BUMDes
– Penguatan kapasitas SDM pengelola
– Pendampingan manajemen usaha
– Pengawasan tata kelola keuangan
– Fasilitasi kemitraan dunia usaha
Model penguatan BUMDes ini diarahkan agar desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek ekonomi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
BUMDes Berkah Mulia Desa Bukit Mulia kini menjadi simbol transformasi tersebut: dari desa sebagai penerima bantuan, menjadi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal.
(inspirasitala.co.id/inspira)
