
SUPPORT – Kepala DP2KBP3A Tala Maria Ulfah memberi support kepada MI di hadapan seluruh siswa dan guru setempat, Rabu (14/1) pagi.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Halaman belakang sebuah sekolah di Kecamatan Jorong, Rabu (14/1/2026) pagi itu, menjadi ruang pemulihan. Tawa pecah di antara para siswa, mencairkan sisa-sisa ketegangan yang sempat membayangi seorang pelajar berinisial MI (16).
Sehari setelah mediasi kasus video viral dugaan pencurian sapi digelar di Polres Tanah Laut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A P2KB) Tala, Maria Ulfah, sengaja datang langsung ke sekolah MI.
Kehadiran Maria bukan untuk menghakimi, melainkan menguatkan. Selama lebih dari satu jam, ia berdialog hangat dengan para siswa, kepala sekolah, dan dewan guru. Gaya komunikasinya cair, penuh empati, sesekali diselingi canda yang membuat suasana akrab.
Di hadapan seluruh siswa, Maria mengajak mereka membangun lingkar pertemanan yang positif—lingkungan yang saling mendukung, bukan saling menjatuhkan.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi siswa yang tengah menghadapi persoalan, baik akademis maupun pribadi. Menurutnya, sekolah tidak boleh membiarkan anak berjuang sendirian ketika sedang berada dalam tekanan.
“Anak-anak harus merasa aman di sekolah. Kami siap mendampingi, termasuk pendampingan psikologis untuk pemulihan trauma,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Maria juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam bermedia sosial.
Ia menegaskan bahwa konsekuensi hukum tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, tetapi juga dapat menjerat anak-anak apabila melanggar hukum, termasuk dalam penggunaan teknologi informasi.
Sebagai bentuk penguatan sistem perlindungan, Maria mensosialisasikan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan layanan pengaduan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melalui hotline Raza Lakas 112.
Bagi MI, kehadiran negara di ruang sekolah itu menjadi sinyal penting: bahwa ia tidak sendiri. Bahwa kesalahan narasi di media sosial tidak boleh menghapus hak seorang anak untuk belajar, tumbuh, dan bangkit kembali.
Detak Video Viral Dugaan Pencurian Sapi di Tala
– 1 Januari 2026
Video dugaan pencurian sapi beredar luas di media sosial. Seorang pelajar berinisial MI (16) terekam sebagai sopir pikap dan dinarasikan sebagai pelaku.
Hari-hari berikutnya
MI mengalami tekanan psikologis, merasa malu, dan memilih tidak masuk sekolah.
Mediasi Kekeluargaan
Pihak pemilik sapi, keluarga MI, dan pihak terkait sepakat berdamai secara kekeluargaan.
13 Januari 2026
Mediasi resmi difasilitasi Satreskrim Polres Tanah Laut, dihadiri DP3A P2KB Tala. Ditegaskan MI hanya sopir sewaan dan bukan pelaku pencurian.
Klarifikasi Terbuka
Pembuat video viral menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi bahwa MI bukan pencuri sapi.
14 Januari 2026
MI kembali ke sekolah didampingi orang tua dan pegiat sosial. DP3A P2KB Tala turun langsung ke sekolah untuk memberi dukungan dan pendampingan psikologis.
(inspirasitala.co.id/inspira)
