
MASAK TERAKHIR – Relawan gabungan sibuk beraktivitas pada hari terakhir di dapur umum Dinsos Tala, Kamis (15/1).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, mulai memasuki fase pemulihan bencana banjir.
Seiring kondisi genangan yang terus menyusut di sejumlah wilayah terdampak, pemerintah daerah menghentikan operasional dapur umum dan tidak memperpanjang status Siaga Darurat Bencana.
Penutupan dapur umum Dinas Sosial (Dinsos) Tala menandai berakhirnya layanan penyaluran nasi bungkus bagi warga terdampak banjir yang selama ini difokuskan di Kecamatan Kurau, Bumi Makmur, dan Bati-Bati.
Kepala Pelaksana BPBD Tala, Aspi Setia Rahman, mengatakan status Siaga Darurat Bencana yang berlaku sejak 2 Januari hingga 15 Januari 2026 diputuskan tidak diperpanjang setelah dilakukan evaluasi lintas instansi.
“Berdasarkan hasil rapat bersama, kondisi di lapangan menunjukkan genangan air terus menurun dan aktivitas warga mulai kembali normal, sehingga status siaga darurat tidak diperpanjang,” ujar Aspi, Jumat (16/1/2026).
Selama masa tanggap darurat, dapur umum Dinsos Tala menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kebutuhan dasar warga. Ribuan nasi bungkus didistribusikan setiap hari ke kawasan permukiman yang sulit diakses akibat banjir.
Sementara itu Subkoordinator Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinsos Tala, Wahyu Juari Sulistiono, menyebut pendistribusian terakhir dilakukan pada Hari Kamis kemarin.
Pada hari terakhir tersebut sasaran hanya difokuskan pada dua desa terdampak terparah di Kecamatan Kurau, yakni Handil Negara dan Kali Besar.
“Pada hari terakhir, sebanyak 2.000 nasi bungkus disalurkan. Total selama 15 hari penanganan, kami telah mendistribusikan 77.365 nasi bungkus,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, lonjakan penyaluran tertinggi terjadi pada puncak banjir tanggal 8 dan 9 Januari 2026, saat genangan mencapai level tertinggi dan mobilitas warga sangat terbatas.
Bantuan pangan tersebut sebelumnya menjangkau warga di Kecamatan Kurau, Bumi Makmur, Bati-Bati, Tambang Ulang, hingga Pelaihari pada fase awal bencana.
Meski dapur umum telah ditutup, pemerintah daerah memastikan pemantauan kondisi banjir tetap dilakukan. Pasalnya, genangan air meski terus menyusut, masih ditemukan di beberapa titik rendah.
Sebelumnya, Kepala Dinsos Tala, Eko Trianto, menegaskan kebijakan dapur umum bersifat adaptif terhadap kondisi lapangan.
“Ketika dampak banjir signifikan, kami buka dapur umum. Saat kondisi membaik, layanan darurat dihentikan dan kita masuk ke tahap pemulihan,” ujarnya.
Dengan berakhirnya fase tanggap darurat, Pemkab Tala kini mulai mengalihkan fokus pada pemulihan lingkungan dan aktivitas masyarakat yang sempat terdampak banjir berkepanjangan.

Fakta Bencana Banjir 2026 di Tala
📌 Masa Siaga Darurat 14 Hari
Status Siaga Darurat Bencana di Kabupaten Tanah Laut ditetapkan sejak 2 Januari hingga 15 Januari 2026. Penetapan ini dilakukan menyusul meluasnya banjir di sejumlah kecamatan dan dampak signifikan terhadap permukiman serta aktivitas warga.
📌 Kecamatan Terdampak Utama
Wilayah yang terdampak paling lama dan luas meliputi Kecamatan Kurau, Bumi Makmur, dan Bati-Bati. Pada fase awal banjir, genangan juga sempat meluas ke Kecamatan Tambang Ulang dan Pelaihari.
📌 Banjir Terparah Awal Januari
Puncak genangan terjadi pada 8–9 Januari 2026. Pada periode ini, ketinggian air meningkat signifikan dan menghambat mobilitas warga, sehingga kebutuhan logistik darurat, khususnya makanan siap saji, melonjak tajam.
📌 Ribuan Warga Terlayani Dapur Umum
Selama masa tanggap darurat, Dinas Sosial Tanah Laut menyalurkan total 77.365 nasi bungkus melalui dapur umum. Bantuan ini menjadi kebutuhan utama bagi warga yang rumahnya terendam dan sulit beraktivitas.
📌 Genangan Masih Tersisa di Titik Rendah
Meski status siaga darurat telah berakhir, genangan air masih ditemukan di beberapa titik rendah dan kawasan bantaran, terutama di wilayah Kurau dan Bumi Makmur. Pemantauan kondisi lapangan tetap dilakukan oleh instansi terkait.
(inspirasitala.co.id/inspira)
