
PROSENTASE realisasi pendapatan APBD kabupaten se-Indonesia TA 2025
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Kabupaten Tanah Laut (Tala) menorehkan prestasi nasional di bidang pengelolaan keuangan daerah. Sepanjang tahun anggaran 2025, realisasi pendapatan daerah Tala tercatat sebagai peringkat kedua tertinggi secara nasional, sekaligus yang tertinggi di Kalimantan Selatan.
Hingga 23 Desember 2025, realisasi pendapatan daerah Tanah Laut mencapai 116,24 persen dari target yang ditetapkan. Bahkan, berdasarkan data terkini yang masih menunggu hasil audit, capaian tersebut kembali meningkat menjadi 117,53 persen atau setara Rp 2,543 triliun, melampaui target pendapatan daerah sebesar Rp 2,164 triliun.
Secara nasional, capaian Tanah Laut hanya berada di bawah Kabupaten Sumbawa Barat yang mencatat realisasi pendapatan sebesar 140,48 persen. Prestasi ini menempatkan Tanah Laut sejajar dengan daerah-daerah berkapasitas fiskal kuat di Indonesia.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tanah Laut, Andris Evony, menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah yang terukur serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan dan pelayanan publik merupakan nilai utama yang diberikan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Seluruhnya tidak bisa dijalankan tanpa perhitungan matang, perencanaan yang baik, dan implementasi yang tepat sesuai momentum kebutuhan masyarakat,” ujar Andris, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pembangunan dan pelayanan publik telah dirancang melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang memiliki tiga komponen utama penopang jalannya pemerintahan, yakni pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
Dalam struktur APBD, pendapatan daerah menjadi fondasi awal. Pendapatan tersebut merupakan seluruh hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah kekayaan bersih dan masuk ke kas umum daerah tanpa kewajiban pengembalian.
“Pendapatan daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti pajak dan retribusi, dana transfer dari pemerintah pusat, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah,” jelasnya.
Pada tahun anggaran 2025, Tanah Laut menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp2.164.551.035.668. Realisasi yang melampaui target hingga 117,53 persen tersebut ditopang oleh:
– Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi 107,91 persen
– Pendapatan/Dana Transfer mencapai 117,56 persen
– Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah melonjak hingga 143,84 persen
Di tingkat provinsi Kalimantan Selatan, Tanah Laut menjadi daerah dengan realisasi pendapatan tertinggi, melampaui Kabupaten Hulu Sungai Selatan (113,32 persen), Tanah Bumbu (112,39 persen), Banjar (111,86 persen), Hulu Sungai Utara (109,56 persen), Tabalong (108,81 persen), dan Balangan (98,77 persen).

Capaian ini dinilai sebagai buah dari sinergi kepemimpinan Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto dan Wakil Bupati HM Zazuli bersama seluruh perangkat daerah dalam mengoptimalkan pendapatan sekaligus menjaga akuntabilitas fiskal.
Dengan status peringkat kedua nasional, Tanah Laut kini memiliki fondasi fiskal yang semakin kokoh untuk memperluas ruang pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta menjaga keberlanjutan program prioritas daerah pada tahun-tahun mendatang.
Andris menegaskan menutup tahun bukan sekadar menghitung angka, tetapi memastikan setiap rupiah bekerja untuk kemajuan Tanah Laut.
Ia mengatakan target harus dikejar, serapan harus dimaksimalkan, sebab pendapatan daerah adalah nafas pembangunan yang tidak boleh tersendat.
(Inspirasitala.co.id/inspira)
