
BAKSOS – Suasana baksos Baznas Tala berkolaborasi dengan MPAI My Darling di Langgar Al Muhajirin, Desa Tebingsiring, Sabtu (22/11) pagi.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Tidak mudah mencapai Tebingsiring. Dari Kota Pelaihari, perjalanan menuju desa di hulu wilayah Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mesti melewati jalur panjang kebun sawit PTPN dan jalanan kampung yang sebagian bergelombang.
Namun Sabtu (22/11/2025) pagi, rombongan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tala bersama komunitas lingkungan MPAI My Darling menerobos jalur tersebut demi satu tujuan; membantu langgar kecil di lingkungan RT 6.

Di jalan lingkungan itu berdiri Langgar Al Muhajirin—bangunan sederhana yang menjadi pusat aktivitas ibadah warga. Lantainya mulai terkelupas, beberapa bagian retak, namun langgar ini menjadi tempat warga bertumpu setiap hari, terutama di bulan-bulan kegiatan keagamaan.
Ketua RT 6 Tebingsiring, Suryo, menyaksikan sendiri bagaimana tim membawa tumpukan keramik dan semen. Wajahnya tak bisa menyembunyikan sebuah kelegaan mendalam.

“Kami sangat senang dan bersyukur. Jalannya jauh, tapi bantuan ini benar-benar sampai,” ujarnya yang begitu ceria mendapat 36 pak keramik dan 6 sak semen yang baru diturunkan dari mobil.
Bagi warga, material itu bukan sekadar barang bangunan. Ia menjadi simbol perhatian ke kampung yang jauh dari pusat keramaian.
Tempat ibadah kecil itu akhirnya akan diperbaiki. “Bantuan ini sangat bermanfaat dan memang kami butuhkan untuk langgar. Sudah lama kami ingin memperbaikinya,” tambah Suryo.

Namun bantuan tak berhenti di bangunan. Di halaman langgar, bibit pohon penghijauan yang dibawah pengurus MPAI Masyarakat Sadar Lingkungan (My Darling), ditanam satu per satu bersama warga.
Penanamannya dipandu langsung Ketua MPAI My Darling, Muhammad Khaidir. Pohon-pohon itu diharapkan tumbuh sebagai pelindung—peneduh rumah ibadah dan warga yang datang.
Ketua Baznas Tala, H Marliansyah, mengatakan bahwa desa-desa terpencil seperti Tebingsiring memang menjadi perhatian mereka.
“Kolaborasi kami dengan My Darling sudah lima kali, dan akan terus berlanjut. Mereka banyak memetakan lokasi-lokasi yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, My Darling bukan sekadar organisasi lingkungan, melainkan jembatan informasi warga desa. “Kami dibantu mendapatkan data tempat ibadah yang benar-benar memerlukan bantuan. Dan setiap baksos selalu kami barengi penghijauan,” tandasnya.

Perjalanan menembus kebun sawit itu akhirnya membuahkan hasil. Di pelosok desa hulu Tebingsiring, sebuah langgar kecil tidak hanya bersiap memiliki lantai yang lebih layak, tetapi juga pepohonan baru yang kelak menaungi jamaah.
Di ujung segala keterbatasan akses, bantuan itu hadir sebagai tanda bahwa tempat ibadah kecil di tepi sawit pun pantas mendapat perhatian. Dan hari itu, RT 6 Tebingsiring tahu bahwa perjalanan jauh itu bukan sekadar kunjungan—tetapi bentuk kepedulian yang benar-benar menembus batas.
(inspirasitala.co.id/inspira)
BACA JUGA

1 thought on “Bantu Perbaikan Langgar dan Penghijauan, Baznas Tala-My Darling Hadirkan Harapan Baru Warga Tebingsiring”