
KEPALA BPIP RI KH Yudian Wahyudi menabuh gong menandai dibukanya kegiatan Penguatan Ideologi Pancasila di Gedung Paraduta, Pelaihari, Sabtu (22/11).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Keberagaman di Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi kekuatan. Namun di saat yang sama juga diuji oleh derasnya arus informasi dan berkembangnya paham intoleransi.
Di tengah situasi itu, Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh tinggal sebagai slogan, melainkan wajib dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan penguatan ideologi Pancasila bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, yang turut dihadiri KH Yudian Wahyudi, unsur Forkopimda, kepala OPD, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.
“Kita dihadapkan pada ancaman lunturnya nilai kebangsaan, meningkatnya intoleransi, hingga degradasi etika sosial. Karena itu penguatan ideologi Pancasila menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Zazuli.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya, dan latar sosial di Tala justru mempertegas perlunya pengamalan Pancasila secara nyata. “Pancasila hadir sebagai titik temu dan penopang persatuan bangsa. Itu hanya bisa kita rasakan jika benar-benar diamalkan,” tegasnya.

Wabup berharap kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi atau seremoni, tetapi memberikan pemahaman aplikatif dan inspiratif. “Saya berharap peserta mampu membawa nilai-nilai Pancasila ke dalam tindakan, agar benar-benar hidup dan membumi di Tanah Laut,” pungkasnya.
Pemerintah berharap langkah ini menjadi upaya strategis dalam membangun kesadaran kolektif bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi panduan moral dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(inspirasitala.co.id/inspira)

1 thought on “Di Tengah Arus Intoleransi, Wabup Tala Minta Pancasila Tak Sekadar Diucapkan”