
WAKAF – Para pewakaf Alquran berpose bersama KH Muhammad Nur Effendi sesuai pengajian di Majelis Rizky Az-Zikra, Pelaihari, Kamis (16/4) sore
IINSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Jemaah memadati Gedung Majelis Rizky Az-Zikra di Jalan Bhakti RT 3, Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kamis (16/4/2026) sore.
Mereka datang untuk mengikuti tausiah yang dibawakan dai nasional, KH Muhammad Nur Effendi dalam rangka Safari Dakwah BWA Inovasi Wakaf edisi spesial Halal Bihalal 1447 Hijriah.
Mayoritas peserta merupakan kaum ibu-ibu yang duduk berjejer rapi, sementara sejumlah anak-anak tampak turut menyimak jalannya pengajian.
Suasana berlangsung khusyuk, sesekali diselingi anggukan jemaah saat materi menyentuh persoalan keimanan dan kepedulian sosial.
Dalam tausiahnya, KH Muhammad Nur Effendi menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif umat untuk berkontribusi melalui wakaf, khususnya wakaf Alquran.

PAKET – Anak yatim dan anak dari keluarga lemah mendapat paket sembako serta santunan sesuai pengajian Safari Dakwah BWA di Majelis Rizky Az-Zikra, Pelaihari, Kamis (16/4) sore.
Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga syiar Islam sekaligus membantu kebutuhan pendidikan keagamaan di berbagai daerah.
“Wakaf bukan sekadar memberi, tetapi menghadirkan manfaat yang terus mengalir untuk umat,” ujarnya di hadapan jemaah.
Kegiatan ini berlangsung di Majelis Rizky Az-Zikra yang didirikan dan dipimpin Marliana, Koordinator Penyuluh Agama Kecamatan Pelaihari pada Kementerian Agama Tanah Laut.

Marlina yang juga menjabat Wakil Bendahara II Pengurus Pusat IPARI ini mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada majelisnya sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Tidak semua daerah mendapat kesempatan seperti ini. Semoga jemaah bisa mengambil manfaat, baik dari sisi ilmu maupun semangat berbagi,” kata Marliana.
Tokoh perempuan Tala yang dikenal enerjik dan memiliki kepedulian sosial tinggi ini mengatakan selama ini warga Kalsel termasuk di Tala, hanya bisa menonton tausah dai nasional itu di layar televisi.

Namun akhirnya berkesempatan melihat dan bertatap muka secara langsung. Lebih dari itu, bisa mengikuti pengajiannya.
Antusiasme jemaah tidak hanya terlihat saat tausiah berlangsung, tetapi juga pada sesi penutup kegiatan.
Penghimpunan wakaf yang dibuka panitia mendapat respons positif sebagai bentuk partisipasi nyata masyarakat.
Pada momentum itu, Marliana juga langsung berwakaf sebanyak 10 kitab suci Alquran senilai Rp 1,5 juta. Sementara itu jemaah lainnya ada yang berwakaf 3 hingga 5 kitab suci Alquran.
Santunan dan pemberian paket sembako untuk anak yatim dan anak-anak dari keluarga kurang mampu juga turut dilaksanakan pada bagian akhir pengajian.
Paket dan santunan uang itu bersumber dari istri seorang pengusaha ternama di Tala.
Salah satu warga Pelaihari, Siti Rahmah, menilai kegiatan tersebut memberi dampak ganda, baik secara spiritual maupun sosial.
“Kegiatan seperti ini sangat berarti. Selain menambah keimanan, juga menggerakkan kita untuk lebih peduli. Wakaf Alquran sangat dibutuhkan, terutama untuk lembaga pendidikan Islam,” ucapnya.
Diketahui, Badan Wakaf Alquran merupakan lembaga filantropi Islam yang sejak 2005 mengembangkan konsep wakaf produktif dan inovatif.
Tidak hanya berfokus pada aset fisik, BWA juga menjalankan berbagai program seperti distribusi Alquran ke daerah pelosok, bantuan kemanusiaan, penyediaan sarana air bersih, hingga dukungan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui Safari Dakwah ini, BWA berupaya menanamkan kesadaran bahwa wakaf dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup umat secara berkelanjutan, sekaligus memperluas jangkauan manfaat hingga ke wilayah yang membutuhkan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
