
INILAH stand Expo Politala 2026 di halaman kampus setempat. Ajang ini berlangsung dua hari, mulai Senin besok, seiring dimulainya MTQ Politeknik Nasional 2026.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Gelaran Expo Politala 2026 kembali menjadi panggung strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Tahun ini, nuansanya terasa lebih semarak karena digelar beriringan dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Politeknik Nasional 2026 yang dipusatkan di Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) sebagai penyelenggara atau tuan rumah.
Tak hanya menjadi ajang pameran produk, expo ini juga menjelma sebagai ruang pertemuan antara geliat ekonomi lokal dan semangat religius nasional.
Direktur Politala Dr Ir Meldayanoor SHut MS, Minggu (12/4/2026), menuturkan Expo Politala dihadirkan untuk turut memberi ruang bagi kalangan pelaku UMKM/IKM di Tala mempromosikan sekaligus menjual produk masing-masing.
Selain itu juga menjadi wahana bagi kampusnya untuk memamerkan beragam teknologi atau karya bermanfaat lainnya dari tiap program studi (prodi). Dengan begitu publik diharapkan kian mengenal lebih dekat dengan Politala.
UMKM Optimistis, Pengunjung Diprediksi Membludak
Salah satu pelaku UMKM yang kembali ambil bagian adalah R Ayu W Gladi Eny atau Ayu Gladiez.
Ia menghadirkan aneka kuliner kekinian seperti mile crepe, mochi, donat, hingga kimbab dan sushi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Ayu mengaku antusias mengikuti expo tahun ini, terlebih karena momentum MTQ Nasional diyakini mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung.
“Alhamdulillah ini tahun kedua saya ikut expo MTQ. Kami sangat senang karena difasilitasi tempat (stand) gratis . Harapannya tentu expo kali ini makin ramai, supaya jualan kami juga laris manis,” ujarnya.
Ia menilai, kolaborasi antara event religius berskala nasional dan expo UMKM menjadi peluang besar untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas jaringan pasar.

DIREKTUR Politala Dr Ir Meldayanoor SHut MS
Puluhan UMKM Ramaikan Expo
Berdasarkan data panitia, partisipasi pelaku usaha tahun ini cukup signifikan. Tercatat sebanyak:
- 31 UMKM binaan Diskopdag
- 4 UMKM komunitas kuliner Tanah Laut
- 2 tenant kopi
- 4 UMKM dari Desa Panggung
- 1 stan Disnakerind (produk sasirangan)
- 4 sekolah SMA/sederajat
- 10 program studi dari 3 jurusan Politala
Keberagaman peserta ini membuat expo tidak hanya menjadi pusat kuliner, tetapi juga etalase produk kreatif, edukatif, hingga budaya lokal seperti kain sasirangan khas Tanah Laut.
Tradisi Tahunan yang Terus Berkembang
Expo Politala bukan agenda baru. Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini rutin digelar sebagai bagian dari promosi kampus sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal.
Pada pelaksanaan sebelumnya, expo selalu menjadi magnet masyarakat karena menghadirkan kombinasi antara pameran produk, hiburan, dan edukasi.
Tahun ini, skalanya meningkat dengan dipadukan bersama MTQ Politeknik Nasional, yang secara otomatis memperluas jangkauan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.
Kondisi ini dinilai menjadi peluang emas bagi UMKM untuk naik kelas, terutama dalam hal promosi dan daya saing produk.
Wahana Hiburan dan Belanja Favorit Warga
Di sisi lain, masyarakat Tala kembali menunjukkan antusiasme tinggi. Expo tak hanya dipandang sebagai tempat belanja, tetapi juga ruang rekreasi keluarga.
“Setiap ada expo pasti ramai. Bisa cari makanan, belanja, sekaligus hiburan. Apalagi sekarang digabung dengan MTQ nasional, pasti lebih meriah,” ujar Rahmadi, warga Pelaihari.
Hal senada disampaikan Hafizah yang menyebut expo sebagai agenda yang selalu dinanti. “Banyak pilihan, dari kuliner sampai kain sasirangan. Sekalian jalan-jalan santai juga,” katanya.
Dorong Ekonomi Lokal dan Promosi Daerah
Dengan tingginya partisipasi UMKM dan antusiasme masyarakat, Expo Politala 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal.
Tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat identitas produk khas Tanah Laut di mata pengunjung luar daerah.
Kolaborasi antara MTQ Politeknik Nasional dan expo ini pun menjadi contoh sinergi antara kegiatan religius, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan—yang saling menguatkan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
