
SIDAK – Bupati H Rahmat Trianto saat melakukan sidak pasar beberapa waktu lalu untuk mengontrol kestabilan harga dan ketersediaan sembako.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Penguatan ekonomi berbasis UMKM yang menjadi fokus kebijakan Bupati Tanah Laut (Tala) H Rahmat Trianto terbukti efektif menahan laju inflasi. Sepanjang 2025, Kabupaten Tala mencatat inflasi terendah se-Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data Inflasi Kota IHK se-Kalimantan Selatan Tahun 2025, inflasi year-on-year dihimpun, Selasa (6/1/2026), Kabupaten Tanah Laut berada di angka 2,91 persen. Capaian ini menjadikan Tala satu-satunya daerah di Kalsel dengan inflasi di bawah 3 persen.
Sebagai perbandingan, inflasi Provinsi Kalimantan Selatan tercatat 3,66 persen, sementara daerah lain berada di atas Tala, seperti Kotabaru 3,03 persen, Tabalong 3,15 persen, Hulu Sungai Tengah 3,93 persen, dan Kota Banjarmasin 3,97 persen.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari arah kebijakan Bupati Rahmat Trianto yang sejak awal menekankan stabilitas harga melalui penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan UMKM, terutama di sektor pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.
Sepanjang 2025, Pemkab Tala melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mencatat telah melaksanakan puluhan kegiatan pasar murah yang tersebar di kecamatan-kecamatan rawan inflasi, dengan fokus pada komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan bawang.
Selain itu, inspeksi mendadak (sidak) ke penggilingan beras dan distributor bahan pokok dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan stok serta mencegah lonjakan harga di tingkat konsumen.
Langkah ini dinilai efektif menjaga pasokan, khususnya saat terjadi peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Pemkab Tala juga mendorong rantai pasok pendek berbasis UMKM lokal. Salah satunya melalui kegiatan business matching yang mempertemukan 14 pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pelaku UMKM dan petani lokal Tala.

Skema ini memungkinkan bahan pangan dipasok langsung dari produsen lokal tanpa melalui rantai distribusi panjang.
Dari sisi struktur ekonomi, kontribusi UMKM di Tanah Laut tercatat mendominasi sektor perdagangan dan pangan lokal, sehingga kebijakan yang berpihak pada UMKM dinilai berpengaruh langsung terhadap stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Melalui kombinasi kebijakan pengendalian harga, pengamanan pasokan, dan penguatan ekonomi kerakyatan, Pemkab Tanah Laut mampu menutup tahun 2025 dengan inflasi yang tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi regional.
Capaian inflasi terendah se-Kalimantan Selatan ini sekaligus mempertegas bahwa strategi pembangunan daerah berbasis UMKM yang dijalankan di bawah kepemimpinan Bupati H Rahmat Trianto tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga efektif sebagai instrumen pengendalian inflasi jangka menengah dan panjang.
(inspirasitala.co.id/inspira)
