
BUPATI Tala H Rahmat Trianto turun ke lapangan, meninjau langsung titik sumbatan aliran air saat banjir melanda wilayah Kurau dan sekitarnya, Senin (5/1).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, mendapat perhatian serius dari Bupati Tala H Rahmat Trianto.
Di tengah genangan yang justru makin meninggi meski cuaca cerah, Bupati turun langsung menelusuri titik-titik yang diduga menjadi pangkal tersendatnya aliran air.
Memasuki Selasa (6/1/2026), ketinggian air di Kecamatan Batibati, Kurau, dan Bumimakmur dilaporkan terus bertambah.
Warga menyebut genangan naik sekitar dua hingga lima jari orang dewasa dibandingkan hari sebelumnya, dengan ketinggian air di dalam rumah bervariasi dari belasan sentimeter hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Bupati H Rahmat menilai kondisi tersebut menunjukkan persoalan utama bukan lagi curah hujan, melainkan lambatnya aliran air menuju laut akibat adanya sumbatan di sejumlah titik pertemuan sungai dan muara.

“Air dari pegunungan masih terus turun, tetapi di hilir tidak mengalir maksimal. Ini yang sedang kami telusuri langsung di lapangan, mencari titik pangkal masalahnya,” ujar Rahmat Trianto saat meninjau wilayah terdampak, Senin (5/1).
Peninjauan difokuskan di Kecamatan Kurau, termasuk kawasan Handil Negara dan Kurau Utara yang terdampak cukup parah. Di lokasi tersebut, Bupati bersama jajaran teknis mengecek kondisi muara dan jalur aliran air yang diduga mengalami pendangkalan dan penyempitan.
Menurut H Rahmat, Pemkab Tala telah menyiapkan langkah cepat berupa penggalian dan pendalaman muara, serta pembangunan pintu air untuk memperlancar aliran air dari sungai-sungai di wilayah Batibati, Kurau, hingga Handil Maluka agar dapat langsung mengalir ke laut.
“Dalam waktu dekat akan kami lakukan penanganan teknis. Targetnya, air tidak lagi tertahan terlalu lama di permukiman warga,” tegasnya.
Sementara itu, dampak banjir mulai memaksa sebagian warga memilih mengungsi, meski jumlahnya belum signifikan.
Di Kecamatan Batibati, warga dari Desa Kali Besar, Benua Raya, dan Bati-Bati mengungsi ke Pondok Pesantren Ubudiyah di Desa Padang. Sedangkan di Bumimakmur, pengungsian tersebar di beberapa fasilitas umum.
Kepala Desa Bumi Harapan, Madi Benawa, menyebut sedikitnya 83 jiwa kini mengungsi di empat titik berbeda. “Pengungsian mulai bertambah sejak genangan makin dalam, terutama sejak sore kemarin,” ujarnya.
Camat Kurau, Fajar Suryadi, menambahkan bahwa posko utama pengungsian dipusatkan di Kantor Kecamatan Kurau.

Kebutuhan mendesak saat ini meliputi sembako, obat-obatan, serta perlengkapan bayi, seiring ketinggian air di beberapa titik yang telah mencapai pinggang orang dewasa.
Di sela peninjauan, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut juga menyalurkan bantuan sembako secara simbolis kepada warga terdampak. Bantuan diserahkan Sekretaris Daerah Tala, Ismail Fahmi, kepada perwakilan warga Tambak Sarinah.
Usai dari Kecamatan Kurau, Bupati Rahmat Trianto melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Bati-Bati guna memastikan penanganan banjir berjalan optimal dan langkah-langkah penguraian sumbatan air segera direalisasikan.
(inspirasitala.co.id/inspira)
