
RAPAT Paripurna Hari Jadi Ke-60 Kabupaten Tala, Selasa (2/12). Bupati H Rahmat memaparkan kinerja pemerintahannya tahun 2025.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Perubahan paling cepat dalam layanan publik dan penurunan kemiskinan menjadi sorotan utama pada tahun pertama kepemimpinan Bupati Tanah Laut (Tala) H Rahmat Trianto dan Wabup HM Zazuli.
Kedua pemimpin yang dikenal dengan jargon RaZa itu dinilai berhasil menggerakkan percepatan pembangunan hanya dalam 10 bulan memimpin Bumi Tuntung Pandang.
Pada Rapat Paripurna Khusus Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tala di gedung DPRD, Selasa (2/12/2025), Bupati H Rahmat menegaskan bahwa capaian 2025 bukan semata deretan angka, tetapi bukti keberhasilan memperluas akses layanan dasar dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Orang nomor satu di Tala ini menegaskan tugas pemerintahannya adalah melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan memastikan kesejahteraan masyarakat benar-benar meningkat.

Dalam Waktu Singkat Mampu Turunkan Angka Kemiskinan
Penurunan kemiskinan menjadi indikator paling menonjol. Tahun 2025, angka kemiskinan merosot dari 3,74 persen menjadi 3,00 persen, atau turun 0,74 persen—salah satu penurunan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 3.100 jiwa.
Program bantuan UMKM yang tahun ini mulai digulirkan turut menopang penguatan ekonomi keluarga. Sebanyak 21 pelaku usaha kecil menerima dukungan modal produktif, sementara 34.868 UMKM mendapat pembinaan bertahap.
Turunnya kemiskinan sejalan dengan peningkatan cakupan layanan publik. Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 99,14 persen dari total penduduk—melampaui target nasional. Tala kini memiliki tiga RSUD, termasuk RSUD Haji Darlan Ismail di Bumi Makmur yang mulai beroperasi tahun ini.
Di sektor pendidikan, angka harapan lama sekolah naik menjadi 12,70 tahun, sementara pengakreditasian sekolah hampir tuntas di semua jenjang. Rapor pendidikan pun meningkat ke level “tuntas pratama”.

Investasi Tertinggi Sepanjang Sejarah Tala, Infrastruktur Diperkuat
Ekonomi daerah juga menunjukkan geliat kuat. Investasi per triwulan III 2025 tembus Rp 2,46 triliun, tertinggi sejak kabupaten ini berdiri. Mal Pelayanan Publik (MPP) yang dibuka Mei 2025 dianggap menjadi salah satu pemicu karena telah melayani lebih dari 8.700 pengunjung dengan 140 jenis layanan.
Produksi pangan melonjak tajam; produksi padi mencapai 122 persen dari target, dan populasi sapi potong naik menjadi 48.624 ekor. Sektor perikanan, pariwisata, serta ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan signifikan.
Perbaikan infrastruktur dasar menjadi program yang dirasakan langsung masyarakat. Jalan mantap kini mencapai 57,19 persen, sementara kondisi jalan rusak turun dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah Kabupaten Tala juga mulai menuntaskan persoalan blank spot dengan pembangunan lima BTS di daerah terpencil—yang selama ini menjadi kendala akses pendidikan, ekonomi, dan layanan publik.
Penanganan rumah tidak layak huni mencapai 546 unit, sementara akses air bersih meningkat menjadi 79,63 persen.

Tantangan Besar, Langkah Cepat
Selain pembangunan, pemerintah daerah juga harus menghadapi 58 kejadian bencana sepanjang tahun, mulai banjir hingga kebakaran hutan. Total bantuan BNPB mencapai Rp 621 juta ditambah pembangunan dan rehabilitasi rumah warga.
Di bidang gizi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan melalui 14 dapur layanan, dengan 23.736 penerima manfaat. Sementara 135 Koperasi Merah Putih di desa/kelurahan mulai terbentuk sebagai dukungan terhadap program nasional.
“Fokus Kami Tetap Warga”
Dalam pidatonya, Bupati Rahmat menegaskan bahwa arah pembangunan berikutnya tetap pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Semua capaian ini adalah langkah awal. Fokus kami adalah memastikan pelayanan dan kesejahteraan semakin merata,” ujarnya.
Tahun pertama pemerintahan RaZa menandai tren positif RPJMD 2025–2029—dan menjadi momentum baru bagi Tala memasuki dekade keenam dengan pondasi layanan publik yang lebih kuat.

Prioritas Desa Tertinggal, Tingkatkan Layanan Dasar
H Rahmat menegaskan bahwa percepatan pembangunan desa tertinggal kini menjadi fokus utama Pemkab Tala.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Desa Riam Adungan di Kecamatan Kintap, yang dinilai membutuhkan perhatian lebih cepat dan lebih besar dibanding wilayah lain.
“Riam Adungan menjadi prioritas, terutama infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Desa ini masih agak sedikit tertinggal dibanding desa lainnya sehingga memerlukan langkah khusus,” ujar Bupati.
Ia menyatakan bahwa pembangunan jalan poros menuju desa itu tetap dilanjutkan dan akan menjadi bagian dari program percepatan pemerataan di tahun mendatang.
Bupati juga menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-60 bukan hanya seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
“Keadilan pembangunan harus dirasakan semua warga tanpa terkecuali. Desa yang tertinggal harus kita kejar ketertinggalannya,” tegasnya.

Meski pada rapat tersebut Bupati turut memaparkan capaian kinerja setahun terakhir, ia menyatakan bahwa komitmen terbesar ke depan adalah memastikan pembangunan tidak lagi timpang antarwilayah.
Dalam kesempatan itu, Rahmat juga mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, untuk terus memberikan masukan agar program pembangunan berjalan tepat sasaran.
Pada penutupan rapat paripurna, Bupati dan Wabup HM Zazuli menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

1 thought on “Tahun Pertama Kepemimpinan RaZa Ditandai Lompatan Layanan Publik dan Turunnya Kemiskinan”