
TERLUKA – Remaja warga Kandangan Lama terluka diserang buaya di Pulau Ubi, Jumat (12/12) sore. Langsung dievakuasi ke RS di Kota Pelaihari.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Monster perairan kembali mengguncang Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (12/12/2025) malam.
Ini setelah tersiar kabar seorang laki-laki warga Pulau Ubi diserang buaya. Belum diketahui secara persis lokasi dan kronologi kejadiannya. Pemerintah desa setempat masih menggali informasi secara detil.
Publik di daerah ini pun tersentak. Apalagi dalam waktu singkat tersebar luas video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan seorang laki-laki (tampak masih muda) terbaring di ranjang rumah sakit.
Terlihat jelas bekas gigitan yang menganga dari mata kaki hingga paha kanan, serta darah yang masih terlihat di beberapa titik, menggambarkan betapa brutalnya serangan itu.
Informasi dihimpun laki-laki berperawakan ramping tersebut bernama Fadli. Di Pulau Ubi ikut di rumah kerabatnya, sedangkan statusnya masih warga di kampung asa yakni di Anjir.
Sekretaris Desa Batakan Rufono menuturkan pihaknya mengetahui kabar tersebut saat korban telah berada di rumah sakit di Kota Pelaihari.
“Kami tengah mengumpulkan informasi lebih jelas dari pihak dusun untuk mengetahui kejadiannya seperti apa,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Riwayat Konflik Buaya–Manusia di Batakan dan Sekitarnya
Insiden kali ini bukanlah pertama di kawasan Batakan dan muara sungai di Tanahlaut.
Warga lokal bahkan sudah akrab dengan keberadaan buaya yang kerap muncul di perairan sekitar desa dan sungai Batakan.
Video penampakan buaya besar di muara sungai itu sempat ramai di media sosial beberapa waktu lalu, menunjukkan hewan predator itu muncul dekat pemukiman warga sebelum akhirnya hilang lagi ke perairan.
Beberapa kasus serangan buaya sebelumnya yang tercatat di Tanah Laut antara lain:
– 6 April 2025: Seorang warga Desa Batakan bernama Sugiannor diserang buaya di area muara sungai Batakan pada malam hari. Korban mengalami luka di tubuh bagian atas dan tangan, kemudian mendapat perawatan di rumah sakit setelah dievakuasi warga.
– 28 Maret 2024: Saharuddin (33), warga Desa Tanjung Dewa di Kecamatan Panyipatan, diserang buaya saat berada di muara sungai setempat pada malam hari. Luka–luka akibat serangan itu menyebabkan dirinya harus mendapatkan perawatan medis di Pelaihari.
Kala itu, BKSDA Kalimantan Selatan juga sempat mengerahkan tim patroli dan memasang perangkap di muara sungai serta kawasan Pantai Batakan setelah muncul warga yang mengalami luka karena serangan buaya

1 thought on “Serangan Buaya Kembali Guncang Tanah Laut, Giliran Warga Pulau Ubi Jadi Korban”