
WABUP HM Zazuli saat sidak senyap di Pantai Batakan Baru, Rabu (25/3). Kedatangannya untuk melihat dari dekat kondisi rill objek wisata andalan Tala itu.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Riuh libur Lebaran di Pantai Batakan Baru, Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tak hanya dipenuhi wisatawan.
Di sela keramaian, terselip momen tak biasa: seorang pria bertopi, berpakaian santai, berjalan menyusuri pantai tanpa pengawalan.
Iq bukan orang sembarangan yaitu tak Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli atau yang familiar disapa H Uli.
Kunjungan wisata di destinasi andalan berjarak sekitar 40 kilometer dari Pelaihari itu, memang masih tinggi hingga Jumat (27/3/2026) hari ini.
Bahkan, lonjakan diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir pekan, Sabtu hingga Minggu, sebagai penutup libur panjang Idulfitri.

Menyatu di Tengah Keramaian
Kehadiran H Uli di Pantai Batakan Baru pada Rabu (25/3/2026) kemarin berlangsung senyap.
Mengenakan kaus oblong, celana jins, dan topi yang menutupi sebagian wajah, ia membaur seperti pengunjung biasa.
Tanpa protokoler, ia menelusuri sejumlah titik penting—mulai gerbang karcis, area parkir, hingga pos pengamanan.
Langkah ini sengaja dilakukan agar ia bisa menangkap kondisi riil di lapangan tanpa “filter” pelayanan khusus.
Beberapa petugas bahkan sempat tak menyadari kehadirannya, hingga akhirnya mengenali saat ia mendekat dan menyapa.

Reaksi Pengunjung: “Mantap Pak Wabup”
Momen itu meninggalkan kesan bagi pengunjung. Sugianto, warga Pelaihari, mengaku terkejut saat mengetahui pria yang dilihatnya adalah wakil bupati.
Pekerja swasta ini menuturkan Rabu kemarin kebetulan sedang plesiran di Pantai Batakan Baru.
Dirinya kaget juga ada Wabup datang seperti warga biasa. “Beliau tanpa seragam. Jadi dikira warga biasa. Mantap pak wabup,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran pejabat tanpa sekat seperti itu membuat masyarakat merasa lebih dekat dan dihargai.

Dialog Tanpa Protokoler
Selama blusukan, H Uli aktif berinteraksi dengan pengunjung dan pedagang. Ia menyalami warga, berbincang santai, hingga mendengar langsung berbagai masukan.
“Saya ingin merasakan langsung suasana sebagai pengunjung, bukan sebagai pejabat yang dilayani,” ucapnya.
Baginya, pendekatan ini penting untuk melihat kualitas pelayanan publik di tengah membludaknya wisatawan.
Pelayanan Dinilai Terkendali
Dari hasil pantauan, ia menilai kondisi kawasan wisata masih relatif tertata. Area parkir dinilai cukup rapi, sementara petugas gabungan tetap siaga mengatur arus kendaraan dan pengunjung.
“Saya memantau langsung untuk memastikan pelayanan karcis, parkir, dan kesiapan posko pengamanan berjalan baik. Saat ini pengunjung memang sangat ramai,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran tanpa pengawalan juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara lebih jujur.
“Kita ingin wisatawan pulang dengan kesan baik tentang Tanah Laut,” tandasnya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
