
KETUA NPCI Kabupaten Tala Andang Dewanto menjelaskan persiapan pelaksanaan Peparprov V Kalsel di Tala pada jumpa pers, Selasa (18/11) siang.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Suasana kota belum sepenuhnya lepas dari riuh Porprov XII 2025. Spanduk ucapan selamat masih tergantung rapi, aroma euforia masih terasa di sudut-sudut Pelaihari.
Namun Tanah Laut (Tala) memilih tidak beristirahat terlalu lama. Ada energi baru yang mengalir: semangat menyambut Peparprov V Kalsel 2025.
Di sekretariat Peparprov KONI Tala, Selasa (18/11/2025), Ketua National Paralympic Committee (NPCI) Tala Andang Dewanto duduk di aula setempat dikelilingi jurnalis.
“Venue siap, atlet siap, dan kami siap memberikan yang terbaik,” ucapnya saat jumpa pers persiapan pelaksanaan Peparprov V Kalsel 2025.
Ia menuturkan Peparprov V akan berlangsung 20–26 November nanti. Bakal dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel H Muhidin di Stadion Pertasi Kencana.
Hanya berjarak beberapa hari dari penutupan Porprov XII, namun Andang menegaskan bahwa Tala tak goyah.
“Tantangannya besar, tapi kami sudah terbiasa bergerak cepat,” tandas Andang yang mantan (pensiunan) kepala SLB Pelaihari ini.

Lebih Banyak Cabor, Lebih Banyak Harapan
Tahun ini Tala menghadapi kompetisi yang cakupannya lebih besar: 12 cabor.
Ada catur, atletik, voli duduk, panahan, hingga e-sport—cabor baru yang menambah dinamika penyelenggaraan.
Belasan venue di Pelaihari kembali dipoles. RTH Kijang Mas untuk panahan, Tirta Kenanga untuk renang, SKB Pelaihari untuk tenis meja.
Kota Pelaihari seolah berubah menjadi arena besar yang menyambut atlet-atlet dengan kebutuhan khusus, memberi ruang untuk unjuk kemampuan terbaik mereka.
Tak kurang dari 1.400 kontingen siap datang. Tala sendiri menurunkan 127 atlet dan pelatih, jumlah terbanyak yang pernah mereka ikutkan dalam gelaran ini.
Ia menyebut sebagai lompatan besar dibanding ajang Peparprov IV Kalsel tahun 2022 lalu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Percaya Diri Tanpa Berlebihan
Meski beban sebagai tuan rumah di dua event besar beruntun cukup berat, Andang tidak menampakkannya.
“Tentu semua ingin juara umum. Tapi fokus kami adalah tampil semaksimal mungkin,” katanya.
Di antara 12 cabor, voli duduk menjadi salah satu yang paling dijagokan. Pengalaman tiga atlet Tala yang meraih emas di Peparnas Solo tahun lalu menjadi suntikan motivasi berharga.
Namun Andang menekankan, “Kami ingin semua cabor punya peluang. Mereka sudah latihan keras.”
Regulasi Baru, Semangat Tetap Sama
Salah satu warna baru tahun ini hadir dari cabor judo blind. Demi keadilan, seluruh peserta wajib mengenakan penutup mata.
Regulasi ini justru disambut positif oleh kontingen Tala yang menilai aturan baru dapat menegaskan sportivitas sekaligus meningkatkan kualitas pertandingan.
Menjadi Tuan Rumah yang Menyambut dengan Hati
Setelah Porprov, banyak pihak menduga Tala akan kewalahan menyambut event berikutnya.
Namun kenyataannya, kota ini memantapkan diri sebagai ruang ramah untuk perhelatan olahraga inklusif.
Peparprov bukan sekadar pertandingan. Ia adalah wadah bagi para atlet disabilitas menunjukkan kemampuan, ketekunan, dan keberanian.
Dan di balik semua persiapan teknis, Tala ingin memastikan satu hal: setiap atlet merasakan bahwa mereka disambut dengan penuh hormat dan kebanggaan.
Di Pelaihari, optimisme itu semakin tebal. Ada rasa percaya diri yang tumbuh bahwa Peparprov V bukan hanya akan terselenggara baik—tetapi akan meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang terlibat.
Tala memanggul beban besar, tetapi juga memeluk harapan besar.
Di antara dua hal itu, mereka memilih tetap melangkah dengan senyum sebagai tuan rumah.
(inspirasitala.co.id/inspira)

1 thought on “Semangat Baru di Pelaihari: Saat Tala Menjadikan Peparprov Sebagai Panggung Optimisme”