
MONITORING – Anggota Satreskrim Polres Tala melakukan monitoring bapokting di Pasar Pelaihari, Senin (16/2).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Jelang Ramadan, pergerakan harga bahan pokok di pasar tradisional menjadi perhatian aparat kepolisian di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Di Pasar Pelaihari yang berada di jalur Jalan Kemakmuran, Pelaihari, jajaran Polres Tala menemukan adanya penjualan Minyak Kita yang tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Temuan tersebut didapat saat personel Satreskrim melakukan kegiatan monitoring bahan pokok penting (bapokting), Senin kemarin sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 Wita.
Kegiatan itu dilakukan atas instruksi Kapolres Tala, AKBP Ricky Boy Siallagan, dalam rangka pengawasan bapokting Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga.
“Kami menemukan adanya pelanggaran HET pada penjualan Minyak Kita,” ujar AKBP Ricky Boy Siallagan saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, dari hasil klarifikasi di lapangan, pedagang mengaku pasokan Minyak Kita dari distributor terbatas dan tidak lancar.
Kondisi itu membuat pedagang mengambil stok dari luar daerah dengan harga lebih tinggi sehingga berdampak pada harga jual di lapak.
Meski begitu, Kapolres menegaskan aturan tetap harus dipatuhi. Pihaknya langsung memberikan teguran lisan dan pembinaan kepada pedagang agar kembali menjual sesuai ketentuan.
“Kami sudah mengingatkan agar tetap mematuhi HET. Jika ke depan masih ditemukan pelanggaran, tentu akan ada langkah lanjutan,” tegasnya.

Stok Aman, Harga Mayoritas Masih Wajar
Dalam sidak tersebut, polisi juga mencatat perkembangan harga sejumlah komoditas. Secara umum, stok kebutuhan pokok di Kabupaten Tanahlaut dinyatakan aman dan mencukupi.
Harga beras premium tercatat Rp 16.200 per kilogram, merek Sawah Jingga Rp 15.600, beras medium Rp 13.000, dan SPHP Rp 12.400 per kilogram. Gula pasir putih eceran berada di kisaran Rp 17.500–Rp 18.000 per kilogram.
Untuk minyak goreng, kemasan Tropikal dan Bimoli dijual Rp 23.000 per liter, minyak curah kuning Rp 17.000, dan Minyak Kita Rp 15.700 per liter.
Daging sapi Rp 150.000 per kilogram, ayam ras Rp 30.000, serta telur ayam ras Rp 30.000 per kilogram. Tepung terigu Segitiga Biru Rp 13.000 per kilogram.
Harga cabai menjadi komoditas paling mencolok, dengan cabai rawit mencapai Rp 120.000 per kilogram. Cabai merah besar Rp 40.000, cabai merah keriting Rp 45.000 per kilogram. Bawang merah Rp 50.000 dan bawang putih Rp 40.000 per kilogram.
Kapolres menegaskan, monitoring dilakukan dalam rangka Satgas sapu bersih pelanggaran harga guna memastikan harga bapokting tetap terkendali.
“Ketersediaan aman. Kami mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap berbelanja secara bijak,” pungkasnya.
