
KORBAN laka di tikungan Pabahanan tergeletak di jalan raya setempat, Kamis (26/3) subuh.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Perjalanan subuh yang seharusnya lengang berubah menjadi petaka bagi dua orang yang berboncengan sepeda motor.
Keduanya tergeletak di tepi Jalan A Yani jalur Pelaihari–Banjarmasin, tepat di tikungan Limau Gulung, Kelurahan Pabahanan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (26/3/2026) pagi.
Peristiwa ini cepat menyebar setelah video kejadian beredar luas di grup media sosial sekitar pukul 06.00 Wita.
Dalam rekaman tersebut, tampak dua korban dengan kondisi luka serius, memicu kepedulian warga dan relawan untuk segera memberikan pertolongan.
Informasi dari relawan di lokasi menyebutkan, kedua korban mengalami cedera berat.
“Ada yang patah tangan, patah betis, serta pendarahan di bagian hidung,” ungkapnya.
Keduanya dikabarkan berboncengan sejak subuh sebelum insiden terjadi.
Sejumlah pengendara yang melintas menyebut kecelakaan diduga melibatkan sepeda motor dan sebuah truk, meski hingga kini belum ada keterangan resmi terkait kronologi pasti kejadian tersebut.
Relawan bergerak cepat mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan berbeda.
Satu korban dibawa ke rumah sakit swasta di kawasan Simpang Asam, sementara satu lainnya dirujuk ke IGD RSUD Hadji Boejasin Pelaihari untuk penanganan lebih lanjut.
Sejumlah pengendara yang melintas, berhenti guna melihat dari dekat. Salah satunya Wahidin Nur yang sedang dalam perjalanan dari Pelaihari menuju Bati-Bati.
Ia mengaku sempat berhenti sekitar seperempat menit dan melihat kondisi korban. “Banyak yang berkerumun, korban terlihat mengalami luka cukup berat,” ujarnya.
Penanganan kecelakaan kini telah diambil alih oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Tanah Laut yang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan sebelumnya mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat berkendara, terutama di jalur rawan kecelakaan.
Ia menegaskan agar pengendara selalu berhati-hati demi keselamatan bersama.
“Selalu utamakan keselamatan agar perjalanan lancar, aman, dan selamat sampai tujuan,” pesannya beberapa waktu lalu.
Imbauan ini menjadi perhatian serius mengingat angka kecelakaan lalu lintas di Tanah Laut masih tercatat tertinggi di Kalimantan Selatan, termasuk tingkat fatalitas yang juga cukup tinggi.
Tikungan Limau Gulung dikenal sebagai salah satu titik rawan, dengan kondisi jalan menikung tajam yang kerap memicu kecelakaan, terutama pada waktu lalu lintas mulai ramai di pagi hari.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban dan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
