
BNNK Tala dipimpin langsung Kompol Ferey Hidayat (kepala) melakukan rilis akhir tahun (2025) kepada jurnalis di kantor setempat, Selasa (23/12)
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Upaya pencegahan narkoba di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tak lagi sebatas slogan.
Sepanjang 2025, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanahlaut mencatat ribuan warga tersentuh langsung program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang digelar secara masif dan berkelanjutan.
Capaian tersebut dipaparkan dalam agenda rilis akhir tahun BNNK Tanahlaut yang digelar terbuka untuk publik, Selasa (23/12/2025) siang, di Kantor BNNK setempat, Kota Pelaihari.
Kepala BNNK Tanahlaut, Kompol Ferey Hidayat, menegaskan rilis kinerja ini merupakan wujud tanggung jawab institusi kepada masyarakat dalam menangani persoalan narkoba di wilayah kerjanya.
“Transparansi ini penting. Masyarakat berhak mengetahui apa saja yang telah kami lakukan dan sejauh mana hasilnya dalam memerangi narkoba,” ujar Ferey.
BNNK Tanahlaut sendiri membawahi wilayah kerja yang cukup luas, mencakup tiga kabupaten yakni Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, dengan total luas 18.120,77 kilometer persegi. Wilayah tersebut meliputi 43 kecamatan, 14 kelurahan, dan 471 desa dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa.
Di sektor tata kelola, kinerja BNNK Tala dinilai solid. Realisasi anggaran tahun 2025 mencapai Rp1.077.124.666 dari pagu Rp1.077.162.000 atau setara 99,99 persen. Capaian ini dibarengi hasil Survei Kepuasan Masyarakat dengan skor 3,84 atau kategori A (sangat baik).
Sementara pada bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNNK Tanahlaut mencatat 6.203 orang mengikuti sosialisasi bahaya narkoba. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai masyarakat umum, aparatur pemerintah, dunia pendidikan, hingga sektor swasta.
Tak hanya itu, kegiatan deteksi dini melalui tes urine menjangkau 2.441 orang. Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) bahkan melampaui target dengan capaian 3,53 atau masuk kategori sangat mandiri.
Meski demikian, Ferey mengakui masih terdapat tantangan, khususnya dalam memperkuat ketahanan remaja dan keluarga. Indeks Ketahanan Diri Remaja (IKDR) tercatat 50,84 dari target 53,00, sedangkan Indeks Ketahanan Keluarga (IKK) berada di angka 78,70 atau sedikit di bawah target.
“Ini menjadi perhatian serius. Karena itu kolaborasi lintas sektor, terutama dengan dunia pendidikan dan keluarga, terus kami dorong,” katanya.
Di bidang rehabilitasi, sepanjang 2025 BNNK Tanahlaut menangani 36 klien rawat jalan dengan total 288 layanan, serta 20 klien pascarehabilitasi. Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) juga melahirkan lima agen pemulihan di masyarakat.
Sementara pada aspek pemberantasan, Tim Asesmen Terpadu (TAT) menangani 23 orang dari Tanahlaut, Kotabaru, dan Tanah Bumbu. Dari jumlah tersebut, lima orang diproses hukum dan 18 lainnya menjalani rehabilitasi di BNNK Tala.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah turut diperkuat melalui tes urine ASN dan perangkat desa, razia gabungan, hingga pembangunan fasilitas rehabilitasi rawat inap pertama di Kalimantan Selatan. Proyek tersebut kini telah mencapai progres 97 persen dan ditargetkan beroperasi pada 2026.
BNNK Tanahlaut juga menggarap program Ananda Bersinar yang menyasar sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK serta pondok pesantren. Ke depan, deteksi dini melalui tes urine bagi pelajar direncanakan mulai diterapkan.
Menutup rilis akhir tahun, Kompol Ferey mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu memerangi narkoba.
“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi semua pihak menjadi kunci untuk melindungi generasi muda dan mewujudkan Tanahlaut bersih narkoba,” tegasnya.
Dengan pendekatan preventif, rehabilitatif, dan penegakan hukum yang berimbang, BNNK Tanahlaut optimistis visi Indonesia Bersinar dapat terwujud secara nyata di daerah.

Kinerja BNNK Tanahlaut 2025 dalam Angka
📍 Wilayah Kerja
– 3 kabupaten: Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru
– Luas wilayah: 18.120,77 km²
– Cakupan: 43 kecamatan | 14 kelurahan | 471 desa
– Jumlah penduduk: >1 juta jiwa
📍 Tata Kelola & Pelayanan
– Realisasi anggaran: 99,99%
– Survei kepuasan masyarakat: 3,84 (Mutu A / sangat baik)
📍 Pencegahan & Pemberdayaan
– Peserta sosialisasi bahaya narkoba: 6.203 orang
– Tes urine (deteksi dini): 2.441 orang
– Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP): 3,53 (sangat mandiri)
📍 Ketahanan Remaja & Keluarga
– Indeks Ketahanan Diri Remaja (IKDR): 50,84
– Indeks Ketahanan Keluarga (IKK): 78,70
📍 Rehabilitasi
– Klien rawat jalan: 36 orang (288 layanan)
– Klien pascarehabilitasi: 20 orang
– Agen pemulihan berbasis masyarakat: 5 orang
📍 Pemberantasan
– Ditangani Tim Asesmen Terpadu (TAT): 23 orang
– Diproses hukum: 5 orang
– Direhabilitasi: 18 orang
📍 Program Unggulan
– Ananda Bersinar: SD–SMA/SMK & Ponpes
– Pembangunan rehab rawat inap pertama di Kalsel: 97% (operasi 2026)
(inspirasitala.co.id/inspira)
