
LAKA – Anggota Satlantas Polres Tala melakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas, belum lama ini.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Waktu sore hari menjadi periode paling rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Data Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Laut menunjukkan, mayoritas kecelakaan sepanjang tahun 2025 terjadi saat aktivitas masyarakat sedang padat, khususnya pada rentang pukul 15.00 hingga 18.00 Wita.
Pada jam tersebut tercatat 23 kejadian kecelakaan, angka tertinggi dibandingkan waktu lainnya.
Kondisi ini kerap diperparah oleh arus pulang kerja, kelelahan pengendara, serta menurunnya kewaspadaan di jalan raya.
Kasus Nyata Terjadi Saat Aktivitas Padat
Sejumlah kecelakaan yang terjadi belakangan ini juga banyak berlangsung pada sore hingga malam hari.
Mulai dari pengendara sepeda motor tergelincir di Jalan A Yani Pelaihari usai hujan, tabrakan motor dengan mobil di kawasan kota, hingga pengendara yang terjatuh akibat kondisi jalan licin.
Rentetan kejadian tersebut menjadi potret nyata tingginya risiko kecelakaan saat lalu lintas ramai dan pengendara kurang berhati-hati.
103 Kecelakaan, 53 Nyawa Melayang
Sepanjang 2025, Satlantas Polres Tanah Laut mencatat 103 kasus kecelakaan lalu lintas, tertinggi di Kalimantan Selatan.
Dari jumlah tersebut, 53 orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 128 orang luka ringan.
Kasat Lantas Polres Tanah Laut, IPTU Aditya Rizki Ridhotomo, Selasa (10/2/2026), menyebutkan bahwa sebagian besar kecelakaan terjadi di jalan nasional, dengan total 72 kejadian.
Jalur ini kerap menjadi lokasi kecelakaan karena kecepatan kendaraan yang relatif tinggi dan kepadatan lalu lintas.
Kelalaian Pengendara Jadi Pemicu Utama
Dari total kejadian, 92 kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengendara.
Bentuk kelalaian tersebut meliputi berbelok dan menyeberang tanpa memperhatikan arus lalu lintas, melanggar marka dan rambu, ceroboh saat menyalip, hingga kurang waspada terhadap kondisi sekitar.
Sementara itu, faktor jalan berlubang memicu 6 kejadian, dan jalan licin atau tergenang air menyebabkan 5 kejadian kecelakaan.
Generasi Muda Rentan Jadi Korban
Kelompok usia produktif tercatat paling banyak terlibat kecelakaan. Pelaku kecelakaan didominasi usia 22 hingga 29 tahun, sedangkan korban terbanyak berada pada rentang usia 20 hingga 24 tahun.
Bahkan, pelajar dan santri turut masuk dalam catatan korban kecelakaan lalu lintas, menunjukkan bahwa risiko kecelakaan mengintai semua kalangan.
Imbauan Fokus di Jam Rawan
Aditya menegaskan, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas seharusnya bisa ditekan jika pengguna jalan lebih disiplin, terutama pada jam-jam rawan.
“Sebanyak 53 korban meninggal dunia dalam setahun adalah angka yang sangat besar. Kecelakaan berawal dari pelanggaran. Mari lebih waspada, khususnya saat jam padat aktivitas,” ujarnya.
Memasuki tahun 2026, Satlantas Polres Tanah Laut akan meningkatkan upaya pencegahan dan edukasi keselamatan berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan dan menyelamatkan nyawa pengguna jalan.
(inspirasitala.co.id/inspira)
