
PILKADES – Suasana penghitungan suara Pilkades PAW Desa Jorong yang berlangsung hingga, Kamis (18/12) malam tadi, di Gedung Serbaguna Jorong.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Proses demokrasi tingkat desa berlangsung kondusif dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Jorong, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Kamis (18/12/2025) pagi hingga malam.
Berdasarkan hasil penghitungan suara yang rampung sekitar pukul 22.00 Wita malam tadi di Gedung Serbaguna Jorong, calon nomor urut 1 H Anasi atau H Anas ditetapkan sebagai pemenang Pilkades PAW periode 2025–2029 setelah memperoleh suara terbanyak.
H Anas mengantongi 492 suara, unggul atas calon nomor urut 2 H Iriansyah yang meraih 450 suara, serta calon nomor urut 3 Wendy Sayuti dengan 306 suara. Dari total 1.271 suara yang masuk, sebanyak 1.248 dinyatakan sah, sementara 23 suara tidak sah.
Pemungutan suara yang diikuti para kepala keluarga (KK) tersebut dimulai sejak pagi hari dan berlangsung tertib hingga tahap penghitungan suara pada malam hari. Mekanisme ini diterapkan karena Pilkades PAW hanya melibatkan perwakilan KK.
Pilkades PAW digelar untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa menyusul wafatnya kepala desa definitif sebelumnya, Adad Imberadi, beberapa waktu lalu.
Terpilihnya H Anas memunculkan harapan baru di tengah masyarakat Desa Jorong. Selain dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengaruh di Kabupaten Tanah Laut, ia juga merupakan pengusaha yang dinilai memiliki pengalaman dalam pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat.
Salah seorang warga Jorong, Afit Fitriansyah, menaruh harapan agar kepemimpinan baru mampu mengedepankan transparansi dan partisipasi warga dalam pembangunan desa.
“Kami berharap kepala desa terpilih tidak sekadar menjadikan warga sebagai pelengkap, tetapi benar-benar membuka ruang musyawarah dan mengelola dana desa secara jujur serta bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga berharap pemerintah desa ke depan memberi perhatian lebih pada program-program kepemudaan, terutama yang berkaitan dengan kewirausahaan dan digitalisasi, agar potensi generasi muda desa dapat berkembang.
“Pemberdayaan pemuda harus menjadi perhatian serius supaya desa bisa maju dan mandiri,” tambah Wakil Ketua KNPI Tala tersebut.
Dengan berakhirnya Pilkades PAW ini, warga Desa Jorong berharap kepemimpinan H Anas mampu membawa perubahan positif serta memperkuat pembangunan dan tata kelola pemerintahan desa ke depan.

Profil Desa Jorong
Desa Jorong merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan.
Desa ini masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Jorong yang merupakan salah satu kecamatan terluas di Kabupaten Tanah Laut dengan area mencapai ±697,84 km².
Kecamatan ini terkenal dengan bentang geografis yang memadukan dataran rendah dan pesisir, serta berbatasan langsung dengan Laut Jawa di sebelah selatan.
Berdasarkan data terbaru, Desa Jorong memiliki jumlah penduduk sekitar 4.734 jiwa yang tersebar di berbagai dusun. Desa ini menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat dari segi sosial, ekonomi, dan budaya dalam wilayah Kecamatan Jorong yang terdiri dari 11 desa.
Desa Jorong memiliki karakter kawasan yang strategis, karena selain berbatasan dengan pesisir laut, juga menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan industri di wilayah Kecamatan Jorong.
Wilayah seluas ratusan hektare direncanakan akan dikembangkan sebagai Kawasan Industri Jorong (KIJ) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja.
Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Desa Jorong
1. Laut dan Perikanan
Letak Desa Jorong yang dekat dengan Laut Jawa memberikan peluang besar bagi sektor perikanan dan usaha laut. Masyarakat desa banyak menggantungkan hidup pada aktivitas nelayan kecil dan usaha pengolahan hasil laut, yang menjadi sumber pendapatan penting.
Potensi perikanan ini juga mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal desa. (umum wilayah pesisir dengna karakter di wilayah Jorong)
2. Pertanian dan Agroforestri
Wilayah desa dan kecamatan ini memiliki lahan pertanian dan kebun yang produktif, termasuk penerapan sistem agroforestri.
Komoditas seperti karet, jagung, semangka, dan cabai dibudidayakan secara terpadu dalam pola agroforestri yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani setempat.
Selain itu, lahan sawah dan ladang di Kecamatan Jorong memberikan kontribusi terhadap produksi pangan lokal yang mendukung ketahanan pangan regional.
3. Ekosistem Pesisir dan Mangrove
Sebagai daerah pesisir, Desa Jorong dan sekitarnya memiliki potensi ekosistem mangrove yang penting bagi lingkungan dan ekonomi lokal.
Program rehabilitasi mangrove secara berkala dilakukan di wilayah Kecamatan Jorong, termasuk penanaman mangrove di Desa Sabuhur yang berada di dekatnya.
Mangrove tidak hanya berperan sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, tetapi juga sebagai habitat penting bagi ikan dan biota laut lainnya — potensi alami yang berdampak positif pada sektor perikanan dan lingkungan.
4. Sumber Daya Tanah dan Administrasi Pertanahan
Program sertifikasi tanah PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) berhasil memberikan hak kepemilikan tanah kepada lebih dari 695 warga Desa Jorong, memperkuat kepastian hukum atas aset desa serta mendukung investasi dan pengembangan ekonomi lokal.
Peluang & Tantangan
Potensi SDA yang beragam di Desa Jorong menawarkan peluang untuk pertumbuhan ekonomi, mulai dari perikanan, pertanian, agroforestri, hingga potensi kawasan industri.
Dukungan infrastruktur dan kebijakan pemerintahan lokal semakin memperkuat kapasitas desa dalam mencapai perkembangan yang berkelanjutan.
Namun demikian, tantangan seperti kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan lingkungan pesisir yang berkelanjutan, serta pemanfaatan lahan secara optimal tetap menjadi fokus utama pengembangan desa ke depan.
