
BROWNIES SORGUM – Koordinator Research and Development Politala Raden Rizki Amalia (kanan) bersama Ketua Prodi Agroindustri Nina Hairiyah dan Ketua Tefa Agroindustri Elivi Sofi Salafiah memperlihatkan brownies sorgum di stand Agroindustri pada Expo Politala 2026, Senin (13/4).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Di tengah ramainya Expo Politala 2026, perhatian pengunjung tak hanya tertuju pada keramaian stan, tetapi juga pada inovasi pangan lokal yang tampil berbeda.
Salah satunya brownies berbahan sorgum yang menjadi daya tarik di stan Prodi Agroindustri Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala).
Expo Politala 2026 menjadi bagian dari rangkaian MTQ Politeknik Nasional 2026 ini menghadirkan 10 program studi Politala yang masing-masing memamerkan karya unggulan.
Namun, produk olahan berbahan lokal seperti brownies sorgum justru mencuri perhatian karena menawarkan alternatif baru dari bahan pangan non-terigu.
Inovasi dari Riset Kampus
Ketua Prodi Agroindustri Nina Hairiyah didampingi Ketua Teaching Factory (Tefa) Elivi Sofi Salafiah menjelaskan, brownies sorgum ini merupakan bagian dari pengembangan komoditas lokal yang dikembangkan dosen Politala, Anton Kuswoyo.
“Ini upaya kami mengangkat bahan lokal agar bisa diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.
Produk tersebut tidak hanya sekadar olahan, tetapi juga hasil riset yang dikembangkan di lingkungan kampus melalui fasilitas Teaching Factory.
Lebih Sehat, Nilai Tambah Lebih Tinggi
Koordinator Research and Development Politala, Raden Rizki Amalia, menyebutkan bahwa sorgum memiliki kandungan gizi lebih tinggi dibanding tepung terigu.
“Brownies sorgum lebih rendah gula, sehingga baik untuk penderita diabetes,” jelasnya.
Karena nilai gizinya lebih tinggi, harga jualnya pun sedikit berbeda. Brownies sorgum dijual Rp 5.000, sedangkan brownies biasa berbahan tepung terigu sekitar Rp 4.000.
Olahan Lokal Lain Ikut Diperkenalkan
Selain brownies sorgum, Prodi Agroindustri juga menampilkan berbagai produk lain berbahan lokal seperti moringa cookies dari daun kelor serta roti labu yang memanfaatkan hasil pertanian Tanah Laut.
Seluruh produk tersebut diproduksi di Gedung Teaching Factory Agroindustri sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.
Pengunjung Rasakan Sensasi Berbeda
Inovasi ini mendapat sambutan positif dari pengunjung. Rahmat, warga Angsau, mengaku tertarik mencoba karena penasaran dengan bahan dasarnya.
“Rasanya enak, ada sensasi berbeda dibanding brownies biasa,” ujarnya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
